Minggu, 23 Oktober 2016

Commuter Line dan Kota Tua, Dua Hal yang Dirindu dari Jakarta







Percakapan suatu siang saat beberapa teman akan kembali ke Jakarta.

"Ditunggu kedatangannya di Jakarta, ya. Nanti nginep rumah kami aja. Ada kamar kosong yang biasa dipakai anak-anak buat nginep,"ujar seorang teman berpamitan.

Saya berjabat tangan dan mengangguk. "Semoga punya rejeki dan bisa ke sana. Tapi nanti tetap ada edisi naik KRL, ya?"

"Itu gampang nanti. Bisa diaturlah. Datanglah dulu ke Jakarta."


Beberapa kali memang pernah ngetweet soal rasa kangen saya naik commuter line atau biasa dikenal dengan sebutan KRL (kereta rel listrik). Untuk cerita selanjutnya saya sebut KRL aja yaaa. Sampai ada teman yang ngakak gegara rasa kangen saya ini. "Naik KRL kok dikangeni" gitu katanya. Hahaha. Yaaa gimana yaaa. Wong di Semarang nggak ada. Wkwkwk. Ada yang nanggepin serius juga lho. Mau nemenin naik KRL lagi maksudnya. Aku sih mau bangettttttt :D

Kamis, 20 Oktober 2016

Es Puter Cong Lik dan Roti Bakar Adem Ayem, Alternatif Kuliner Malam di Semarang

Es Puter Cong Lik dan Roti Bakar Adem Ayem, Alternatif Kuliner Malam di Semarang



 
"Masih kuat makan lagi nggak, Mbak?" tanya Mbak Putri pada saya dan beberapa teman saat kopdar malam itu. 

"Emang kenapa, Mbak?" jawab saya heran.

"Pindah tongkrongan yuk! Lanjutin ngobrol apa gitu tapi pindah tempat. Mau nggak?"

"Emang mau cari makanan apa?"

"Aku pengen roti bakar di depan rumah sakit Telogorejo deh. Pada mau nggak?"

"Boleeeh. Yukk. Kapan lagi bisa nongkrong sampai tengah malam. Hahaha."

Sabtu, 15 Oktober 2016

Pengalaman Liburan Bareng Aldebaran dan Nailah ke Malang


"Taro, ini Nailah malah mid semester tanggal segitu. Duh, gimana ya enaknya? Apa ikut susulan aja ya?" Tanya Mbak Dew khawatir. 

"Kasian kalau ikut susulan, Mak. Udah gapapa tiket direschedule aja deh. Kasian kalau abis liburan masih mikirin mid semester," jawab saya sok diplomatis.

"Iya, Taro, kasian kalau kudu mid abis liburan. Lagian ini kan liburan untuk mereka."

"Udah enggak apa-apa direschedule tiketnya. Paling cuma kepotong berapa persen doank kok."


Rencana jalan-jalan kami ke Malang ini tercetus ketika Alde ingin berkunjung ke museum angkut. Dia bahkan sudah semangat banget searching dan bertanya pada sang mama tentang museum tersebut. Yup, Alde memang pecinta museum. Kecintaannya tercermin ketika dia menyusuri lorong demi lorong museum, mengamati, membaca dan melihat satu per satu koleksi museum. Jika orang lain merasa horor (termasuk saya), ketika berlama-lama di museum, Alde tidak demikian. Dia begitu menikmati dan menghayati setiap jengkal museum. Rasa tahunya begitu besar. Kecintaan pada museum ini menurun dari kakek dan om dari sang mama. 

Kamis, 13 Oktober 2016

Makassar dan Rindu Menggebu Hari Keenam


“Hari ketujuh di sana aku beneran malas ngapa-ngapain. Untung acaranya bebas. Bisa buat leyeh-leyeh seharian di hotel,” terdengar curhat di ujung telepon. 


“Lha emang kenapa?” tanya saya heran. Nggak biasanya. 

“Aku capek banget, Tar. Selain agenda padat sejak hari pertama, aku juga kangen banget sama rumah. Kangen anak-anak.” 

“Halah wong udah biasa pergi jauh dan lama.” 

“Entahlah, Tar. Pokoknya hari itu rasanya ingin bersantai. Emang kamu nggak ngerasain gitu kalau pergi lama?” 

“Aku kan baru dua kali bepergian agak lama. Secara golongan fakir cuti. Pas ke Makassar dan Bangka kemarin emosiku naik turun pas hari keenam. Efek kangen Semarang dan capek udah jalan berhari-hari.” 

“Nah sama kan kita? Cuma selisih sehari doank. Gitu kok sukanya ngeledek. Tak jewer kamu.” 


Kamis, 15 September 2016

Wajah Baru Starbucks Paragon Semarang

Wajah Baru Starbucks Paragon Semarang


"Kok cuma buka dikit gini, Mbak?" tanya saya pada barista saat nunggu teman antre beli minum.

"Kami sedang masa renovasi, Mbak. Mohon maaf membuat kurang nyaman"

Saya mengangguk-angguk. Memang suasana cafe jadi sumpek. Hanya seuplik ruangan yang menjadi tempat melayani pelanggan. Tak apalah, toh saat itu saya dan teman hanya mampir sebentar. Semoga usai renovasi lebih nyaman untuk tempat nongkrong.