Senin, 22 Agustus 2016

Lampung - The Treasure of Sumatra : Pantai Batu Layar, Surga Tersembunyi di Balik Perjalanan Empat Musim



“Kamu serius mau ke Lampung dua hari doank, Tar?” tanya teman sangsi. 

“Iyup! Kan aku udah cerita dari kemarin” 

“Gilak! Dapat apa kamu cuma dua hari. Sumatra loh, Tar! Enggak kayak kamu pergi ke Jogja. Minimal tiga hari biar puas jalan-jalannya” 

“Eeemmm...lha gimana? Mau cuti enggak memungkinkan” 

Trip ke Lampung akhir Mei lalu memang hanya untuk membunuh weekend. Biar kesannya keren gitu weekend nemplok di luar jawa. Padahal aslinya mah remek di badan. Hahaha. Perjalanan darat dari Semarang hingga Lampung terbilang tidak mulus untuk fisik maupun mental. Ceritanya kapan-kapan deh ya :D 

Kamis, 30 Juni 2016

Andaikan Punya OPPO F1 Plus Untuk Membingkai Keelokan Wajah Indonesia


"Aduh gimana ini, handphone nggak bisa nyala," ujar saya panik sesaat keluar dari Bandara Depati Amir.

"Masih nggak bisa, Tar?," tanya Mbak Dee penasaran.

"Iya nih, Mbak. Cuma kedap kedip ganjen gini"

Menginjak hari ketiga cuti, sore itu saya tiba di Pangkal Pinang. Apa daya malah disambut dengan smartphone yang nggak bisa nyala sama sekali. Smartphone yang menemani saya setahun terakhir tiba-tiba pingsan tanpa pamit terlebih dahulu. Panik karena kode booking hotel dan pesawat tersimpan di sana. Emang sengaja nggak saya cetak. Hemat kertas. Harus belajar go green dari diri sendiri. Belajar menyayangi bumi. Itu alasan (sok) mulia yang pernah tercetus tanpa mengantisipasi hal-hal tak terduga. "Seharusnya email tak forward ke Mbak Dee," batin saya kesal.

Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Teman Baru si Mbak Kantoran yang Antiribet

Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Teman Baru si Mbak Kantoran yang Antiribet


"Kamu itu kalau mau dandan cantik lho, Tar. Coba deh dandan yang bener gitu. Terus perawatan sana biar jerawatnya ilang," ujar almarhumah manajer saya beberapa tahun lalu. Ketika saya masih berstatus pegawai paling unyu di kantor.

Saya cuma mengangguk tanda mengiyakan. Belum ada tanda-tanda alias keinginan menuruti saran sang almarhumah. Padahal saat itu saya udah punya gaji sendiri. Sombongnya sih mau beli make up dan perawatan wajah mampu lah ya. Hahaha :D

Entah mengapa saya sama sekali nggak ingin dandan. Apalagi perawatan. Padahal wajah saya mudah sekali berjerawat. Serius. Dandanan saya ya gitu-gitu aja. Nggak berkembang 
kayak teman-teman lain. Sampai suatu hari manajemen kantor mengadakan beauty class untuk seluruh karyawatinya. Kalau enggak gitu mana paham saya soal printilan make up yang masih suka ketuker. Padahal sampai sekarang saya juga nggak paham-paham betul. 

Senin, 23 Mei 2016

[Belitong Trip] Tersihir Sosok Legendaris Laskar Pelangi, Bu Muslimah



"Ayo silakan masuk. Rumah Ibu adanya hanya begini. Silakan duduk di manapun boleh. Pokoknya cari tempat yang nyaman. Ibu tidak menyangka tamunya sebanyak ini. Desak-desakan tidak apa-apa, ya?" sambut wanita berbalut baju panjang riang. 

Gantong usai diguyur hujan deras siang itu. Rintik-rintik sisa hujan masih menyambut gembira kedatangan kami. Udara dingin menembus dinding rumah sederhana berhalaman luas. Baju basah karena jogging di stasiun dini hari menguap bersama udara dingin yang berhembus. Kelelahan karena packing marathon dan berbagai hal kecil lain luntur saat menatap wajah bijaksana berbalut kerudung kuning. Iya, Belitong kali ini terasa begitu istimewa. Mata saya menelusuri deretan penghargaan dan foto di dinding ruang tamu. Ada rasa damai dan haru menelisip.


Bu Muslimah Laskar Pelangi
Bu Muslimah dan sederet penghargaan

Senin, 11 April 2016

Ngopi Sore dan Diskusi Seru Bareng BPJS Kesehatan

Ngopi Sore dan Diskusi Seru Bareng BPJS Kesehatan


"Ibu, pertanyaan saya sederhana saja. Banyak gosip yang beredar bahwa praktek di lapangan, pasien BPJS dibedakan dengan pasien lain. Dalam artian pasien yang menggunakan jasa asuransi lain atau membayar sendiri lebih diutamakan. Apakah sejak awal tidak ada MoU yang mengikat pihak rumah sakit dengan BPJS?" saya melempar satu pertanyaan yang selama ini mengganggu pikiran usai opname beberapa bulan lalu.

"Jika ada kejadian seperti itu laporkan pada kami, Mbak. Boleh melalui SMS, telepon, akun sosial media yang ada. Sebutkan nama rumah sakitnya. Kami sangat terbuka dan terbantu dengan laporan dari masyarakat. Kami bahkan sudah memutus kontrak dengan dua rumah sakit swasta besar di Jawa Tengah ini," sang ibu menjawab lantang.

Saya terdiam. Ingin menanggapi lebih lanjut tetapi waktu sudah mepet. Lagipula saya juga harus segera melipir ke acara lain. 

Namun masih ada yang membayangi benak. Benarkah dengan melaporkan pihak rumah sakit ke BPJS Kesehatan semua akan selesai? Ada banyak perut yang mencari nafkah di sana. Tetapi di sisi lain pasien juga berhak mendapatkan pelayanan yang layak.