Selasa, 26 Juli 2011

Bapak Tua Penjaja Durian

Tubuhmu tak lagi muda
Tubuhmu tak lagi kuat menopang ragamu
Tapi apa hendak dikata
Kau harus mencari nafkah demi anak istrimu

Demi sesuap nasi untuk hari ini
Kau rela jauh berjalan dari desa
Beharap mendapat rejeki
Tanpa pernah mengeluh putus asa

Kau jajakan durian di pinggir jalan
Bersama pedagang - pedagang lain
Tak peduli akan panas dan hujan
Hanya untuk mendapatkan koin

Terkadang jika ada pembeli
Kau tawarkan dengan senyum manismu
Berharap bisa laris dibeli
Untuk mengembalikan modalmu

Terkadang kaupun harus mengalah
Menuruti kemauan pembeli
Walau penawaran jauh dibawah
Kau tak pernah berkecil hati

Kau rela tak beli minum dan makan
Kau tahan haus dan laparmu
Cukup nasi bungkus dan air yang kau bawa
Menjadi pengganjal perutmu

Seharusnya kau tak lagi berjualan
Seharusnya kau nikmati masa tuamu
Menikmati kebersamaan keluarga
Bersama anak cucumu

Kaupun tak bisa berkata apa-apa
Selain menempuh jalan itu
Asal keluarga tetap bisa makan
Itu sangat membahagiakanmu

Bapak,,,
Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya
Diberi kemudahan oleh-Nya dalam mencari rejeki
Agar daganganmu laris tak tersisa
Untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari - hari




*terinspirasi oleh bapak tua pedagang durian di tepi jalan :)
makasih bapak, karnamu ak bisa belajar akan pahitnya kehidupan.
semoga Allah selalu meridhoi niat tulusmu bapak
aku do'akan semoga durian-durianmu laris tak tersisa :)

Kudus, 26 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar