Sabtu, 22 Oktober 2011

Rinduku Untuknya

Sang mentari menyapaku hangat
Kala aku masih bermanja dengan kasur empukku
Seketika itu wajahmu kembali menyapaku....
Dan aku hanya bisa berucap pelan "aku rindu"

Sedang apakah kau disana?
Baik-baikah?
Bagaimana kesehatanmu?
Masih suka begadangkah?
Masih suka minum kopikah?
Ah...aku sangat hafal kebiasaanmu itu

Tak apa kau lupa padaku
Tak masalah sekarang kau nikmati duniamu
Karena sikapmu justru mendewasakanku
Mencoba berpikir positif tentangmu
Seperti kata yang sering kau lontarkan padaku

Ah...
Sungguh aku rindu canda tawamu
Aku kangen nasehat dan pelukan hangatmu
Kapan lagi kita akan berjumpa?
Jika jarak telah memisahkan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar