Kamis, 13 Desember 2012

My resolution, how are you?

Resolusi, resolusi, resolusi. Itulah yang sekarang lagi booming, dimana pun dan kapan pun hampir semua orang membicarakan "RESOLUSI". Yap, mereka panik ketika salah satu atau salah dua dari resolusi yang dicantumkan saat awal taun 2012 belum tercapai. Sedih? Ngenes? Gemes? Sebagian mungkin merasakan itu dan kembali mempertanyakan kepada diri sendiri, kenapa resolusi saya tidak tercapai semuanya? Yuhuu, sebelum menjawab, ada baiknya kita baca dulu definisi resolusi. Cekidot!

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, resolusi memiliki arti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal (KBBI 2005). 

Hmmm...sepertinya njelimet kalau menurut KBBI, walau sebenarnya kalau diteliti isinya memang seperti itu. Tapi resolusi kita kan gak hasil rapat juga, hihihihi rapat RT kaleee. Cukup rapat dengan hati saja deh. Jadi dibuat gampang saja deh, menurutku resolusi itu "sesuatu yang harus dicapai dalam jangka waktu yang relatif panjang, tapi tidak menutup kemungkinan bisa tercapai lebih awal target waktu yang ditentukan"

Nah, lebih gampang dimengerti bukan? *maksa* Kalau masih belum ngerti, diterjemahkan menurut bahasa masing-masing deh :p

Menjelang tutup tahun hampir sebagian orang sibuk membuka kembali catatan resolusinya. Apalagi ini sudah menginjak pertengahan Desember. Ehem..ehem..ehem berapa banyak resolusi yang tidak tercapai taun ini? Cek resolusi masing-masing deh. Kalau aku sih catatan resolusinya hilang..huhuhuhu lupa naroh entah dimana. Ini mah bukan kebangetan lagi tapi sudah kelewatan pikun. Perlu dokter pikun sepertinya. Jadi, tak mungkin juga kalau buat lagi resolusi taun 2012. Enggak lucu, tinggal 28 hari lagi 2012 tutup usia :D Mending nulis resolusi taun depan hihihihihi.

Pengalaman hilangnya resolusi dari taun ke taun membuat aku berpikir-pikir sebelum membuat resolusi taun depan. Benarkah resolusi yang aku tuliskan kemarin itu sesuatu hal yang memang harus tercapai pada taun tersebut? Sudahkah resolusi itu aku beri tenggat waktu pencapaian? Adakah evaluasi? Seberapa seringkah resolusi aku tengok? Sepertinya semua itu belum aku lakukan. Buktinya, resolusi bisa lenyap tanpa tahu keberadaannya. Positif thinking, itu resolusi ngilang pas pindahan. Secara berkali-kali pindah kosan, persis kucing tapi belum sampai tujuh kali dink. Hihihihii ngelesnya pinter :D

Memang dengan resolusi memacu kita untuk berusaha semaksimal mungkin mencapainya. Bukan dengan menghalalkan segala cara, lho. Setiap resolusi pasti butuh cara eksekusi yang berbeda-beda. Jadi, perlu adanya planning yang matang. Eh, perlu gak ya? Tergantung orangnya juga dink. Jangan lupa juga bagaimana jika resolusi tidak tercapai. Akankah dimasukkan resolusi taun selanjutnya ataukah didelete saja. Sebelum taun ini ditutup, masih ada 28 hari lagi memikirkan resolusi. Nah, aku punya beberapa point sebelum menuliskan resolusi. Ini versi aku sih, tiap orang kan berbeda-beda. Hehehehe. Yuk, cek point-pointnya :

1. Pikirkan dengan benar resolusi yang akan dituliskan
2. Beri jangka waktu pencapaian, ini tentu akan memicu semangat untuk segera mengeksekusi itu resolusi. 
3. Evaluasi resolusi, misal 3 bulan sekali atau bisa sebulan sekali.
4. Catat resolusi di kompi, buku diary (aku banget), cetak dan tempelkan di dinding kamar. Biar tiap bangun pagi inget ada sederet resolusi yang harus tercapai :p
5. Buat skala prioritas. Setiap resolusi pasti ada yang harus segera dicapai jadi gak ada salahnya membuat poin-poin resolusi berdasarkan target waktu pencapaian.
6. Coret satu per satu resolusi yang telah tercapai (ini mah kalau udah jalan :p)
7. Buat planning lain jika salah satu resolusi tidak tercapai taun tersebut
8. Happy writing your resolution :D


Baru nyantol 7 poin yang menurutku penting sebelum membuat resolusi. Resolusi memang hal pribadi, mungkin hanya satu dua orang teman yang boleh melihatnya. Atau bahkan sangat rahasia sehingga cukup menjadi konsumsi diri sendiri saja. Tentu saja kalau resolusi tercapai senangnya bukan kepalang. Berasa  plong deh. Eits, tapi jangan jadikan daftar resolusi yang dibuat itu sebagai beban. Resolusi itu kita sendiri yang buat, tentu kita sudah memikirkan masak-masak. Kalau perlu semedi dulu di Gunung Kawi, eh loteng kosan cukup dink. Selama perjalanan setahun tentu ada gosek geseknya. Banyak macem-macem kejadian diluar prediksi kita. Tentu ada pula yang memang harus tercapai atau dipending dulu. Tak mengapa, asal semua itu sudah dipikirkan, hati tentu senang :D

Seperti kata Bapak Manajerku tiap doa pagi, lakukan semua dengan ikhlas, tawakal, dan sabar. Insya Allah semua akan tercapai menurut kehendak-Nya. Aamiin.Yuk, tuliskan resolusimu taun depan! Jangan lupa resolusi diiringi doa dan usaha :) Enjoy with our resolution ^^


Cheers,

Tarmoth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar