Rabu, 02 Januari 2013

Sebelas...Sebelas

Malam kembali menyapa
Saat kuusap buliran bening mulai luruh
Menyeruak deras laksana air telaga
Hingga aku tak bisa dikatakan teguh
Aku jatuh....aku lumpuh....

Hari itu terlalu istimewa bagimu
Tepat saat usiamu dua puluh satu
Asa telah dalam genggamanmu
Membingkai satu per satu mimpi seperti dalam ceritamu

Sebelas....sebelas....

Misteri rasa yang tak berbekas
Pertahanan bertahun-tahun goyah dan harus kandas
Lugas....beringas....tanpa nafas
Bagai busur panah yang terlepas, menohok ulu hati sampai tuntas
Hingga tak ada lagi tempat tersisa untuk bebas

Kucoba mendekap rasa
Mengeja kata demi kata sepenuh jiwa
Walau tak bisa lagi kurangkai dalam sebuah cerita
Akan kususun dalam bait-bait doa
Seperti dirimu, aku juga ingin menggenggam asa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar