Senin, 14 Januari 2013

Teruntuk yang Sedang Bersedih



Kulihat dia menangis sesenggukan
Tak ada suara, hanya seperti desah napas tertahan
Berat sepertinya beban yang dirasakan
Tapi, bukan dia kalau tak bisa sembunyi di balik senyuman
Berusaha ceria dalam gurat kegelisahan

Ketika kutanya kenapa, dia hanya tertawa
Meyakinkanku bahwa dia baik-baik saja
Ketika kupaksa cerita, dia hanya bilang nanti saja
Mencari waktu yang tepat, katanya
Ah, aku selalu kalah dengan argumennya

Aku tahu dia sedang bohong
Sering kujumpai tatapan yang kosong
Ketika kutegur gelagapan tanpa bisa ngomong
Seolah jiwanya sedang melompong
Ibarat kupu-kupu, ulat mati dalam rajutan rumah kepompong
Terjebak tanpa bisa minta tolong

Coba dengarkan aku,
Ceritakan saja apa yang menggelayuti pikiranmu
Siapa tahu bisa berkurang sedikit bebanmu

Bukankah sering aku katakan
Pendengar setia tak harus memberi solusi
Tapi setidaknya ada tempat berbagi
Mencurahkan uneg-uneg hati

Ingin merengkuhmu dalam dekapan
Memberi sedikit rasa nyaman
Meyakinkan kamu tak pernah sendirian
Masih ada aku yang siap mendengarkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar