Kamis, 07 Maret 2013

Menangis? Why Not?

Siapa yang nggak pernah nangis? Aku mau tau deh orangnya berbentuk gimana, kok bisa-bisane nggak bisa nangis hihihi. Maksudku gini, tiap orang pasti mengalami masa dimana hati terasa suntuk dan mentok. Nyesek. Aku biasa menyebutnya berada pada titik terendah, entah itu dalam hal apapun. *eeeeaaaaaa

Nangis. Yap. Nangis bagiku adalah pelampiasan terakhir setelah perasaan terasa nggak karuan. Tentunya setelah curhat dan belum terasa lega. Aku lebih memilih menangis. Walaupun efeknya mata bendol-bendol dan makin sipit. Hihihi tak apa, yang penting terasa plong untuk sementara waktu. Emang si ada yang bilang, nangis bukan menyelesaikan masalah, cuma ngeluarin energi dan tenaga. Tapi menurutku kembali pada pribadi masing-masing. Aku pernah abis curhat malah disuruh nangis biar lega. Nah lho gimana donk? Tapi aku juga nurut, abis curhat beneran nangis. Gyaaaa!! Bisa disebut menangis itu pilihan. Xixixixi *berasa milih cagub :D

Aku bukan tipe orang yang mudah menangis. Tapi aku cukup perasa, feelingku lebih sering benar dibanding logika. Efek orang cukup perasa itu, ketika lelah dan dihadapkan sesuatu yang cukup "keras" pasti langsung terasa sesak. Walau nggak nangis seketika tapi pasti ujung-ujungnya nangis malam-malam.

Bukan nggak mau curhat tapi aku tipe pemilih dalam hal teman curhat. Eits, bukan dalam arti aku pilih-pilih temen, aku cuma mencari yang "klik" diajak curhat. Maksudnya begini, kalau baru kenal terus diajakin curhat macem-macem dan berat kan kasian. Hihihi. Nanti sebelum temenan baik udah kabur duluan. Eman-eman. Aku biasa curhat ke beberapa teman yang memang sudah benar-benar aku percaya. Nggak pernah ada tedeng aling-aling apapun kalau sudah begitu. Emang si, kadang nggak enak juga, kayak ngeluh mulu. Hiks, maapin ya :(

Aku memang pendiam, bukan tipe cerewet sama sekali. Itulah alasan kenapa aku lebih suka curhat kepada teman yang aku kenal cukup lama. Bukan tak apa, menurutku mereka mengenalku lebih dari cukup. Hmm..egois? Mungkin sih. Terkadang kalau ada yang tanya "kamu kenapa?", aku lebih sering jawab "aku tak apa-apa". Walau banyak yang sering menawarkan "jasa curhat" tapi sekali lagi aku tipe pemilih. Bukan bermaksud menyinggung tapi sifat ini susah aku ubah :(

Padahal aku sering bilang ke temanku, ceritalah sesukamu, tentang apa aja, kalau ada masalah sharing, tapi aku belum bisa terbuka sepenuhnya. Aku bahkan sok bijak bilang, "pendengar setia nggak selalu memberikan solusi". Ups, bijak nggak, ya? Ya, terserah analogi masing-masing orang deh. Maapin aku teman, bukan nggak mau cerita, cuma terkadang aku melihatmu sudah lelah dengan kerjaanmu. Aku nggak ingin menjadi bebanmu *eh malah mellow x_X

Menangis memang bukan jalan keluar. Tapi rasakan sensasi ketika menangis dan setelahnya. Pasti ada sesuatu yang berbeda. Biasanya juga ada ide dan jalan keluar yang entah darimana datangnya. Daripada nyesek dan jadi kerut di wajah, mendingan kan nangis. Abis itu bisa cerah ceria. Hihihi *rumus darimana ikih

So, nggak usah malu kalau mau menangis. Toh, air mata gratis. Daripada nangis bati malah terasa lebih sakit. Aku pernah baca twitter begini, "tegar di hadapanmu belum tentu aku tak menangis. tak perlu aku ungkapkan kapan aku menangis", intinya kaya gitu deh. Nah, jadi abis nangis cerah ceria kan tak apa xixixixi.

Menangislah seperlunya jika memang diperlukan. Curhatlah dengan orang yang bener-bener dipercaya. Setidaknya sharing akan melegakan hati. Ada tempat mencurahkan uneg-uneg. Pelukan hangat orang terdekat biasanya melegakan juga. Terasa masih ada yang peduli, bukan?Nggak usah malu pagi-pagi mata bendol dan sipit. Abis nangis jangan langsung tidur, hihihi tapi biasanya ketiduran dink, biar nggak bendol-bendol. Atau kalau nggak mau berangkat kerja dikompres dulu pake air es biar kempes. Nggak bakalan juga bertahan seharian. Nggak percaya? Coba ajaaaah, nangis semalaman. Hahaha. 

2 komentar:

  1. Wow keren...new performance ya. Manis banget,non :) Idem deh, kalo gak dipekso nangis rasanya mw pecah sesak didada.

    BalasHapus
  2. xixixixi,,,tingkiu ya, mbak, udh mau mampir :))
    apanyah yg manis? emang dari dulu akuh udah manis kok *gagal fokus

    yuuukk nangiiiss :D

    BalasHapus