Jumat, 16 Agustus 2013

Pecinta Jalan, Perindu Alam

Salah satu sudut Wonosobo :)
Menyusuri negeri ini sungguh tak ada habisnya. Alam terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, menyuguhkan berbagai macam view, kuliner dan ragam budaya yang begitu luar biasa. Cukup itu yang aku rasakan saat mengikuti backpacker pertama bersama Muslimah Backpacker (MB). Cerita detailnya perjalanan di Wonosobo lain kali yak. Dengan catatan aku dalam kondisi normal alias nggak malas. Hihihihi.

Apalagi sekarang salah satu stasiun televisi (Trans 7) menyajikan tayangan khusus berjudul "Ragam Indonesia". Seringkali tiap pagi aku nongkrongin tipi demi tayangan ini. Kecintaanku pada negeri ini semakin bertambah. Tayangannya sungguh membangkitkan hasrat menjelajah. Menyusuri setapak demi setapak negeri ini. Sepertinya terlalu banyak tempat yang patut untuk disinggahi. Dan terlalu sayang jika dilewatkan begitu saja. Semoga kaki ini bisa dan kuat menyusuri tanah beta ini. Termasuk kuat kantongnya dink. Xixixixi. Aaamin.

Sebagian orang berpendapat bahwa liburan ke luar negeri itu sungguh "wah". Bagiku juga. Sudah hebat bagi mereka yang pernah singgah di negeri orang. Dulu seringkali aku bermimpi bisa singgah juga di negeri orang. Tapi pikiranku kembali dibuka saat mulai mengenal apa itu namanya "backpacker" dan "travel writer". Bu Ida, rekanku sesama backpacker di Wonosobo bilang, "Saya mau ke luar negeri jika ada misi pendidikan. Karena saya bekerja di institusi pendidikan. Sayang rasanya kalau hanya sekedar jalan-jalan. Kalau misal ada workshop dan lanjut jalan-jalan tak masalah"
Seketika pandanganku bisa ke LN hanya untuk "jalan-jalan" berubah sudah. Keinginan shopping di negeri orang juga aku buang jauh-jauh. Bukan itu tujuanku ke sana. Masih terlalu banyak hal menarik di negeri orang. Bukan sekadar senang-senang belaka. Terima kasih Bu Ida, sudah membuka mata saya tentang jalan-jalan di negeri orang.

Sejak mengenal Mbak Irawati Prilia, aku mulai mengenal apa itu arti hidup di negeri orang. Kami sering berkomunikasi via FB. Awalnya cuma sekadar masalah postcard, yang hingga sekarang belum juga sampai. Semoga lekas sampai. Udah pengin majang di blog nih. Bukan pamer sih, tapi buat penyemangat ajah. Beliau seorang travel writer "versiku". Walaupun belum mau dipanggil "travel writer" tapi berbagai macam tulisannya sudah sering dimuat di media massa. Betapa rendah hati dirimu atas waktu dan sharing ilmu yang sering kau tularkan. Ribuan terima kasih mungkin tak bisa membalas semua kebaikanmu. Allah always give the best for you!!! Semoga mimpiku bisa menjelajah negeri sana terwujud. Aamiin.

Negeri yang kaya, negeri yang makmur. Berjuta flora dan fauna menyemarakkan negeri ini. Hasrat menelusuri setiap jengkal tanah ini semoga dimudahkan. Aku urungkan dulu niatku menjelajah negeri orang. Terlalu banyak tempat yang wajib dikunjungi di negeriku sendiri. Semoga niat ini tak pernah surut. Negeriku, terlalu banyak yang ingin aku katakan padamu. Tapi sungguh aku tak sanggup menuliskannya di sini. Kecintaanku padamu tak akan pernah surut.

Dirgahayu negeriku ke-68, semakin jaya dan semakin makmur. I LOVE INDONESIA!

Salam,

Tarmoth

3 komentar:

  1. Selangkah demi selangkah, Insya Allah bakal terwujud mimpimu jadi traveller say, aamiin!

    BalasHapus
  2. ehemmmm... :) Semangat menulis terus, Taro. Kalau ada yang baru share aja di grup MB biar yang lain bisa baca dan komen. :)

    BalasHapus
  3. terima kasih mak Dew dan mbak Ira. Saling mendoakan, ya. Insya Allah semakin semangat menulis :))

    BalasHapus