Sabtu, 23 November 2013

Maut Tak Pernah Tertebak

Entah apa yang perlu dituliskan di sini. Saya tak tau. Sungguh. Hanya ingin menuliskan secuplik tulisan tentang hari ini. Memang semua itu diciptakan berdampingan. Susah senang. Hidup mati. Sakit sehat. Dan lain-lain. Yang semua memang berpasangan.

Hari ini, 23 November 2013, kawan semasa kuliah meninggal. Menghadap kepada Tuhan terlebih dulu. Membuat kami, kawan kuliah shock berat. Bagaimana tidak, tadi pagi sekitar jam 09.34 dia masih posting di path. Dan kemarin kami masih bercanda heboh di facebook. Sedih. Shock. Masih nggak percaya kejadian ini terjadi. Sedangkan sampai tulisan ini diposting, kami masih menunggu kepastian penyebab kematiannya. Kawan kami di Ambon akan mencari kabar itu. Ya Allah, sungguh kematian itu menjadi rahasia terbesar-Mu :(


Begitu perih rasanya kehilangan sahabat. Ada luka menganga tercipta di sini, di lubuk hati terdalam. Walaupun kami hanya kuliah 6 bulan saja. Tapi kami kira itu cukup mendekatkan, apalagi perbedaan kultur Jawa dan Ambon. Membuat kami merasa dekat dan ingin terus bersama.

Serasa menguar memori yang lalu, tentang kawan kami yang meninggal lebaran lalu. Keduanya sungguh orang baik, kawan terbaik yang pernah kami miliki. Semoga ini bentuk sayang Tuhan kepada keduanya.

Kematian mereka berdua membuat bulu kuduk merinding. Menyadari sesuatu, bahwa kematian itu begitu dekat dan begitu nyata. Hanya saja manusia tak pernah tau kapan gilirannya. Ya Rabbi, ampuni kami :(

Untuk kawan kami, amlh. Muswirah dan Erick Dionardo Frizza Saimimma, kami mengikhlaskanmu. Semoga kalian tenang di sana. Tuhan lebih sayang dan cinta dengan kakalian. Kami, rekan akuntansi angkatan 2008 Polines Semarang sungguh kehilangan. Terima kasih untuk persahabatan selama ini. Terima kasih untuk semua kenangan dan pelajaran selama perkuliahan sampai sekarang. We love you and always miss you.

Rasanya baru kemarin kami berpisah
Baru kemarin juga kami menggelar malam perpisahan
Tertawa bercanda hingga tengah malam
Tanpa ingin terucap kata perpisahan
Di sini, di hati ini
Kami selamanya bersahabat

Jarak membentang
Menyisakan ruang kosong beberapa waktu
Entah apa yang bisa dirasa
Cukup sms sebagai pengobat rindu

Tak terasa empat tahun berlalu
Dan belum pernah sekalipun kami bertemu
Semakin membuat kami rindu

Sekarang bagaimana kami tak bilang rindu
Jika jarak tak bisa lagi ditempuh
Bukan laut dan pulau lagi yang memisahkan kami
Tapi kini alam kami berbeda
Alam dunia dan alam fana

Doa terbaik untuk kalian
Tuhan selalu punya rencana terbaik
Kami hanya bisa mendoakan
Sembari mengenang arti sebuah perjalanan

Kami menyayangimu, mencintaimu
Rupanya Tuhan lebih sayang
Hingga tak mengijinkan kita bertemu di dunia
Semoga kelak kita bertemu lagi di sana
Di alam yang berbeda

We love you, Ira, Erick...
We will always miss you...
Thanks for our friendship
Rest in peace :)

With love,

Tarmoth


Tidak ada komentar:

Posting Komentar