Jumat, 13 Desember 2013

Malioboro

Kali ini lagi pengen posting tentang Jogja. Entah mengapa, tanpa alasan pokoke. Kali aja masih ada "sesuatu" yang tertinggal di sana. Di salah satu sudut kota Pelajar ini. Dan pilihan jatuh ke Malioboro. Yups. Pada tau kan apa itu Malioboro? Kebangetan deh kalau sampe nggak tau daerah paling terkenal seantero Jogja ini. Hihihi.

Malioboro, sebuah tempat, tepatnya pasar, ya? Emmm...atau gini deh, sebenarnya yang tepat itu Jl. Malioboro. Tapi karena terlalu panjang jadi enakan disebut Malioboro saja. Hihihi *mekso nggak ya.

Jalan Malioboro. Belum kesampaian narsis di sini :(
Hasil gugling menyebutkan Jl Malioboro nama salah satu kawasan jalan dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Malioboro dan Jalan Jend. A. Yani. Jalan ini merupakan poros Garis Imajiner Kraton Yogyakarta (Wikipedia). Maap ya, dakuw ingetannya cetek, nggak hapal masalah jalan-jalan gitu. Jadi daripada salah, paling aman tanya mbah Gugel :D

Yang paling aku inget, di Malioboro Banyak toko, banyak andong, becak, dan banyak live music. Sampai pernak pernik souvenir pernikahan juga ada! Horeee...mau hunting di sini aja, ah *eh. Jangan sampai kalau lagi kanker (kantong kering) berani main ke sini. Berani sih berani tapi paling banter cuma ngelist barang inceran doank. Hihihi. Dan Malioboro ini deket banget sama titik nol kota Jogja. Pada tau kan? Itu lhoo titik yang akan bertemu kalau ditarik garis lurus. Paling ngiler dan ngebet banget bisa foto di sini. Huhuhu. Apalagi kalau pagi. Kereeen, Dab! Udah ah, balik ke Malioboro aja. Daripada ngebet pengen hunting poto :D

Penjual sate. Lucuk! Unik!
Di sepanjang kanan kiri jalan deretan penjual ramah menjajakan dagangannya. Berbagi pernak pernik lucu nun imut sungguh bikin gemas. Belum lagi jajaran batik yang dipajang memanggil mesra. Deretan kaos dan tas berjejer rapi. Alamaaakkk!! Kalau nggak pinter nawar gampang banget "keblondrok" atau kemahalan. Jadi prinsipnya tawar sampai harga terendah tapi jangan juga kebangetan. Ntar ditimpuk sama penjual :D

Miniatur beginian banyak bgt di Malioboro :)
Nggak afdhol rasanya kalau ke Jogja nggak ke Malioboro. Terutama bagi yang pertama kali, ini wajib! *promosi. Sayang donk udah bawa receh banyak kagak disumbangin penjual di sini. Hihihi. Siapkan tenaga ekstra buat berjalan dari ujung ke ujung. Nikmati suasana khas kota Pelajar ini. Sesekali terdengar bapak becak menawarkan jasanya. 

"Mbak, bakpia patok lima ribu. Monggo saya antar"

Becak Jogja
Jangan salah kaprah. Maksud si bapak becak itu nganter ke pusat bakpia cukup bayar goceng! Murah, kan? Jalan kaki juga gempor. Hahaha.

Bagi penggemar jajanan pasar, di sini juga tersedia macem-macem. Mulai dari makanan berat sampai ringan. Ada dawet, pecel dengan pernak pernik lauknya, jadah bakar, sate ayam, es teh, de el el. Glek! *ngiler sempurna

Pesona Malioboro di malam hari juga tak kalah cantik. Kerlap kerlip lampu jalan menambah eksotis jalanan. Suara grup musik ikut menyemarakkan. Berbagai alat musik tradisional berkolaborasi cantik. Sesekali terlihat blitz dari berbagai sudut. Yah, semua pasti ingin mengabadikan kecantikan jalan ini. Jalan Malioboro. Jalan di mana semua orang bertemu. Bertemu untuk saling berbagi rejeki. 

Ah, Malioboro, aku rindu!


My Sisters, IIDN Semarang





 

3 komentar:

  1. Balasan
    1. iyaaa dooonkkk :) tjakep pan potonyaaa :D

      Hapus
  2. fotonya aq culik buat mejeng di efbe ya Taro ;) ciamik pooolll

    foto2nya dikasih watermark say, kayak materi yg disampaikan bu ustadzah kemarin xixixiii

    BalasHapus