Minggu, 09 Februari 2014

Catatan Kecil Tentang Negeriku




Judul Buku         :  Love Journey #2
Penulis                 :  Lalu Abdul Fatah dkk.
Penerbit               :  de Teens
Tahun Terbit      :  2013
Tebal Buku         :  367 Halaman
ISBN                     :  978-602-255-418-9 

Traveling bukan hal baru lagi sekarang ini. Kalau dulu hanya segelintir orang, sekarang bak jamur di musim hujan. Banyak orang dari berbagai usia dan kalangan melakukan hal yang sama. Traveling. Baik di dalam maupun luar negeri. Tentu saja mereka punya tujuan masing-masing. Entah sekadar liburan, cari pengalaman, ikut-ikutan, atau yang memang beneran traveling. Sekarang menjamur pula tawaran ngetrip baik jarak jauh maupun dekat dengan ongkos terjangkau. Kalau nggak pinter milih, bisa jebol buat ongkos traveling. 

Buku ini memaksa saya mengikuti ke mana cerita ini bergulir sampai akhir. Menyisakan jejak dan rasa penasaran untuk bisa menjejakkan kaki di setiap tempatnya. Saya iri! Ya, iri! Iri tak bisa bebas melakukan perjalanan. Iri kepada setiap penulis yang mampu menorehkan setiap jejaknya menjadi sebuah tulisan. Ah, ini iri yang positif. Buku ini mampu membuat gelora traveling saya kembali bergejolak. Ingin rasanya menyusuri setiap sudut negeri ini. Selagi masih mampu, kenapa ditunda lagi? 

Indonesia, negeri nun kaya ini masih menyimpan sejumlah misteri. Banyak hal yang masih tertutupi oleh pamor para pejabat negeri. Di sinilah penulis mencoba menyibak sisi lain negeri ini. Mencoba membuka mata para pembaca, bahwa inilah negeri kita. Negeri yang kita bangga-banggakan, yang katanya telah merdeka dan terbebas dari penjajahan. Justru tanpa sadar kita telah menjadi penjajah. Membuka hutan menjadi areal perkebunan, mencari sumber emas, bahan tambang, pasir, hingga pabrik yang menjamur. Bukankah itu menjajah kalau dengan cara merusak ekosistem dan keberadaan penduduk sekitar? Ah, ironis sekali.

Setiap penulis di buku ini mempunyai gaya cerita yang berbeda. Memberikan kesan berbeda pula di setiap ceritanya. Isi buku berwarna-warni dengan foto-foto cantik menambah nilai plus buku ini. Belum lagi covernya yang ngejreng, memberi rasa fresh bagi setiap orang yang melihatnya.

Hanya saja ada beberapa cerita yang membuat saya agak janggal. Ini mau cerita tentang perjalanan apa curhat? Memang cerita perjalanan tak selalu identik dengan tempat. Masih banyak hal lain yang bisa ditangkap oleh panca indra. Tergantung bagaimana setiap orang bisa merasa dan mengolahnya kembali. Ini opini saya murni sebagai pembaca, penikmat cerita.

Hal lain yang jadi catatan saya, masih ada beberapa typo, penulisan kalimat tanpa spasi, penulisan huruf di kalimat pembuka menggunakan huruf kecil, juga kalimat yang terlalu panjang hingga saat membaca terasa ngos-ngosan. Seharusnya kalimat itu bisa dipecah menjadi dua atau tiga kalimat lagi. Sehingga pembaca merasa nyaman.

Sebenarnya saya masih agak galau dan rancu dengan penulisan “mengeja seribu wajah indonesia”. Seingat saya penulisan tempat itu menggunakan huruf besar walaupun berada di tengah atau di akhir kalimat. Bagaimana kalau penulisannya menjadi “Mengeja Seribu Wajah Indonesia”. Menurut saya lebih mantap dan tegas. Terkesan lebih menonjolkan cerita tentang Indonesia. Selain itu, penulisan nama pengarang di sampul depan tanpa spasi. Setahu saya penulisannya pakai spasi. Jadi kalau nggak salah begini : Lalu Abdul Fatah, dkk.

Secara keseluruhan buku ini menarik. Pantas menjadi bacaan untuk para traveler bahwa traveling itu mampu menguak sisi lain. Tak melulu tentang sebuah tempat yang dikunjungi, tapi juga hal kecil lain di sekitarnya.

4 komentar:

  1. Halo, Mbak Lestari. Terima kasih ya atas ulasannya. Semoga kami bisa memperbaiki di cetakan berikutnya (harapan sih: dicetak ulang). aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Aamiin. Sukses selalu ya, Mas. Mohon maaf kalau resensinya ada yang kurang berkenan. Sekali lagi saya hanya memposisikan diri sebagai pembaca. Belum tentu saya bisa sehebat penulis-penulis di buku ini kok. Tapi, secara keseluruhan saya lebiih suka Love Journey #1. Hehehe resensi menyusul, baru selesai baca :)

      Hapus
    2. Aamiin...
      Tak mengapa, Mbak. Justru komentar jujur dari pembaca yang ingin kami ketahui. Tentu tidak akans seragam karena hal itu terkait selera, pemahaman, dan keluasan bacaan.

      Kami tunggu banget deh resensi Love Journey 1-nya ya, Mbak :)

      Terima kasih banyak :D

      Hapus
  2. Lestari, terima kasih banyak ya *kecup*

    BalasHapus