Sabtu, 08 Februari 2014

Ketika Cinta Tak Pernah Diungkapkan


 
Judul Buku       :  Tokyo
Penulis              :  Sefryana Khairil
Penerbit            :  Gagas Media
Tahun Terbit    :  2013
Tebal Buku       :  336 Halaman
ISBN                : 979-780-663-4

TOKYO bukan tempat impian Thalia untuk dikunjungi, apalagi hanya sekadar liburan. Eropa adalah benua impiannya. Tapi apa daya, ini tugas kantor, demi karir dan masa depannya sebagai editor fashion sebuah majalah ternama di Jakarta. Selain itu mantan pacarnya, Dean, juga bekerja di Tokyo. Jika bukan karena dua hal tersebut, Thalia sudah pasti menolak tugas ini. Thalia berharap kedatangannya ke Tokyo bisa memperbaiki hubungannya dengan Dean. Setidaknya ada kejelasan akan dibawa ke mana hubungan mereka. Walaupun status mereka sudah mantan setahun yang lalu. Hanya saja Thalia masih berharap Dean menjadi pendamping hidupnya. Dean begitu sempurna di mata Thalia.

Rupanya Thalia salah, tugas liputan kali ini justru mempertemukannya dengan sosok Tora. Seorang jurnalis dari Indonesia yang tanpa sengaja memecahkan lensa kesayangannya. Kejadian itulah yang membuat mereka terpaksa harus meliput berdua, padahal jadwal mereka berbeda. Tora, sesosok lelaki cuek, yang baru saja mengakhiri hubungan LDR selama 5 tahun. Dibalik tugas liputan, Tora mengemban misi bertemu dan meminta penjelasan Hana, mantan pacarnya. Tora masih belum terima hanya karena jarak mereka jauh –Tokyo-Indonesia- membuat Hana memutuskan Tora begitu saja. Rupanya Tora salah, ternyata Hana akan menikah sebulan lagi dengan teman sekampus dulu. Hanya rasa sakit ketika Hana menjelaskan, bahwa wanita butuh sebuah kejelasan, bukan hanya digantung dalam sebuah hubungan.

Setali tiga uang dengan Thalia, kesibukan Dean sepertinya tak pernah habis. Masih seperti dulu, janji sering dibatalkan dengan alasan pekerjaan. Pertahanan Thalia jebol, dia tak bisa terus-terusan seperti ini. berharap tanpa sebuah kejelasan.

Ada pepatah mengatakan, cinta datang tanpa pernah diduga. Begitu juga dengan Thalia dan Tora, melewati hari-hari liputan yang penuh kejutan. Saling melengkapi satu sama lain, bercerita, berbagi beban yang mereka tanggung. Hingga tanpa disangka, di hari terakhir mereka liputan, Dean datang melamar Thalia. Hancur sudah harapan Tora bersama Thalia. Bukan salah Thalia jika kebaikan Tora selama ini takut disalah artikan. Thalia takut jika itu hanya perasaaan Thalia saja. Ternyata Thalia salah, Tora merasakan hal yang sama. Hanya saja Tora takut mengungkapkannya. Mengingat keduanya sedang patah hati.

Beberapa bulan setelah kembali ke Indonesia, Thalia sibuk mempersiapkan pernak pernik pernikahan tanpa Dean di sisinya. Kejenuhan Thalia semakin memuncak, hingga dia membatalkan pernikahan itu. Pernikahan yang selama ini dia impikan bersama Dean. Dia merasa belum menemukan kebahagaian, walaupun Dean bisa mencukupi semuanya. Ya, mencukupi secara materi.

Jakarta-Japanes Cultural Festival 2013 mengingatkan Thalia pada seseorang, Seseorang yang telah menempati relung hatinya selama ini, walaupun mereka bersama baru 10 hari. Tora. Ya, Tora. Antara berharap dan tidak Tora berada disisinya saat ini, menyaksikan festival yang sama ketika mereka di Tokyo. Tanpa diduga, ternyata Tora juga hadir di acara yang sama. Mereka bertemu dan merasakan sakit yang sama. Ketika cinta itu tak pernah diungkapkan padahal keduanya sama-sama tahu.

Kelebihan novel ini, settingnya bagus dan detil. Penggambaran tempat dan segala pernak pernik Tokyo sangat jelas. Membawa pembaca ikut merasakan kehidupan di Tokyo.
Kelemahan novel ini, banyak istilah baru  dan tempat-tempat di Tokyo tanpa penjelasan detil di cerita . Sebaiknya ada panduan atau penjelasan di halaman belakang. Misal, tentang makanan Tokyo, tempat, dan sedikit sejarah Tokyo. Walaupun di bawah halaman sudah ada beberapa penjelasan mengenai bahasa Tokyo. Hanya saja sebagai pembaca terkadang masih penasaran dan kurang kalau hanya sedikit saja penjelasannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar