Sabtu, 08 Februari 2014

Pull and Push

Mau cerita ini udah dari beberapa hari yang lalu. Cuma malasnya lagi nggak ketulungan (alesan). Pulang kerja bawaanya pengen bergelung di bawah selimut (ini juga alesan). Emm...kerjaan di kantor lagi ribetnya minta ampun (ini aseli, nggak ngeles). Kalau kagak percaya, intip ceritaku di sini. Kalau masih nggak percaya bisa tengok di kantorku. Sapa tau mau bantuin juga *modus :p

Pernah liat kan di minimarket, ATM, kantor-kantor, dll, berpintu bening alias kaca. Pasti di pintu tersebut ada tulisan "pull" dan "push". Nggak di sisi yang sama. Malah bingung ntar kalau dua-duanya di tuliskan di satu sisi. Hihihi. Tarik atau dorong. Yang ada malah galau di depan pintu *eh

Pernah nggak sih kebayang buat matuhin itu tulisan? Misal, kalau tulisannya "push", ya berarti di dorong. Nah, kalau "pull" berarti ditarik. Beberapa kali mengamati, itu tulisan nggak ngaruh kok. Mau pull, mau push, yang ada dipush semua. Kenapa pada suka ngepush? Menurut analisisku, tenaga yang diperlukan lebih sedikit dibanding saat menarik. Ini cuma analisis, lho. Nggak usah dipikirin terlalu berlebihan :D *jiaaah

Aku pernah nyletuk gini, "Nih pintu bakal cepet rusak deh. Abisnya tulisan pull tapi didorong. Tulisannya push malah ditarik. Gimana nggak cepet rusak." Sontak temenku ngakak. Kata dia nggak ngaruh. Tapi menurutku ngaruh lho, itu engselnya bakal cepet aus. Lha nggak digunakan sebagaimana mestinya. 

Pernah beberapa kali kejadian pas di minimarket, pull dan push dilakukan bersamaan. Iya bersamaan, soalnya mau ada yang masuk dan keluar. Yang dari dalam ngedorong, dari luar ngedorong juga. Lalu? Kalau udah ada yang pegang daun pintu, mending ngalah salah satu. Daripada nggak bisa masuk dan keluar dua-duanya *agak dramatis :p

Suatu kali aku buru-buru ke ATM. Nggak baca tulisan di pintu pull atau push. Aku dorong aja itu pintu. Lho, kok nggak mau kebuka sih. Berkali-kali didorong hasilnya nihil. Alhasil meneliti ulang, owalah tulisane "pull"! Lha mau didorong sampe kejengkang mana bisa kebuka. Rupanya ATM ini menerapkan kedisiplinan para pengguna. Coba deh perhatikan, rata-rata pengguna kan nggak merhatiin "pull" and "push". Sesukanya aja. Aku juga gitu kok. Apalagi kalau udah mepet nyampe kantor. Byuuh seruduk aja tuh pintu. Abaikan dulu "push" and "pull". 

Kasian juga tuh engsel pintu, ya, nggak digunakan sebagaimana mestinya. Setuju sama sistem pintu ATM itu. Entah diapain engselnya. Pokoknya nggak bisa masuk kalau melanggar tulisan di depan. Hihihi.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar