Selasa, 04 Februari 2014

Tertambat Jodoh di California


Judul Buku      :  Last Minute in Manhattan
Penulis             :  Yoana Dianika
Penerbit           :  Bukune
Tahun Terbit    :  2013
Tebal Buku      :  vi + 402 Halaman
ISBN               : 602-220-083-0

Perceraian orang tuanya memaksa Callysta pindah ke Amerika. Bukan hanya untuk menghapus jejak Abraham tetapi juga karena Callysta tak tahu harus menjalani hidup seperti apa. Cita-citanya untuk sekolah di dunia medis tak menemukan titik terang. Perselingkuhan yang dilakukan ibu dan Abraham menyisakan jejak luka di hati Callysta. Tepatnya di California, Callysta memulai hidup baru bersama Shopie dan Mark. Ibu dan adiknya yang baru. Mereka berharap kepindahan Callysta akan menyembuhkan luka hatinya. 

Kebaikan Shopie dan Mark membuat Callysta cepat bisa menyesuaikan diri di kota ini. Walaupun separuh hatinya masih tertinggal di Indonesia. Untuk sang Papa dan kelima sahabatnya. Callysta masih sering mengirim email untuk sahabatnya, menceritakan semua pengalaman hidup di negeri orang. Kepedulian Mark ditunjukkan dengan mengajak Callysta menyusuri tiap sudut kota California. Berusaha menghibur kakak barunya. Hingga Callysta jatuh hati pada sosok Vesper Skyler, teman sekelas Mark. Hubungan mereka beberapa kali mengalami ujian. Mulai dari kegilaan Rachel terhadap Vesper, pesta tahunan Hallowen, camping tahunan, dan hilangnya topi rajut kesayangan Callysta. Hingga tanpa disangka Callysta berjumpa Abraham di California.  Luka lama terkuak kembali. Yang mengejutkan Abraham datang juga untuk melamar Callysta di sebuah kapal romantis.

Siapa sangka hanya karena sebuah topi rajut dapat mengungkap siapa sejatinya diri Vesper. Vesper dan Callysta sama-sama dibesarkan oleh keluarga broken home. Mata hati Callysta terbuka, selama ini Vesper hidup di bawah tekanan sang ayah yang ambisius. Hanya saja Callysta masih tak percaya, Vesper seorang pecandu. Callysta ingin melihat diri Vesper yang dulu. Di sinilah klimaks cerita. Penulis mampu membius dan menggiring pembaca untuk mengikuti sampai ending. Di awal pembukaan memang diceritakan bahwa Vesper adalah seorang pecandu. Pembuka cerita yang berbeda dengan cerita pada umumnya. Tetapi baru terungkap berubahnya diri Vesper tersebut hanya untuk mengganti topi rajut kesayangan Callysta. Merajut dengan tangan sendiri tanpa peduli kondisi kesehatannya. Ujian panjang yang menempa semakin mengukuhkan cinta mereka. Hingga ada kata sepakat untuk lanjut ke jenjang pernikahan. 

Seperti cerita cinta pada umumnya. Antara jadian, putus, selingkuh dan happy or sad ending. Kemampuan penulis mengolah kata dan mempadu padankan patut diacungi jempol. Lihai sekali. Pembuka ceritanya juga tak seperti novel lain. Setting tempat diceritakan secara detail. Pembaca bisa merasakan setiap sudut kotanya. Gaya bahasa anak muda, ringan dan nggak perlu mikir berat. Bahasa asing juga dijelaskan secara gamblang di cerita. Tentu dengan bungkus yang apik.

Novel ini dibagi menjadi 6 bagian. Prologue, First Diary, Second Diary, Super Delicate, Third Diary dan Epilog. Sebagai pembaca saya terjebak kebingungan di Super Delicate. Di sini cara penulis bercerita dengan gaya berbeda. Sebagai pembaca dari awal sudah enak dengan sudut pandang orang pertama. Lebih tepatnya seperti membaca diary. Mendadak di tengah berubah. Di ending penulis bercerita lagi dengan sudut pandang orang pertama. Agak membingungkan. Mengapa penulis tidak menggunakan satu sudut pandang saja sehingga tidak rancu. Memang novel ini ceritanya mengalir. Hanya saja perlu membolak-balikkan bab sebelum dan sesudah Super Delicate untuk memahami jalan cerita secara utuh.   

10 komentar:

  1. aku baru baca awal2, mba. sayang katanya manhattannya beneran di akhir aja hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Ila. Itu Manhattan cuma ada di ending pas mereka baikan gitu. Lebih banyak menceritakan sudut lain. Makasih udah sudi mampir. Ajarin resensi donk :)

      Hapus
    2. yuhuuu...aku blm baca yg ini hehehee...
      Buruan mau baca aaahh ;)

      Hapus
    3. antre mami Uniiieekk :p
      btw iki resensi perlu dilink-kan ke penerbitnya ndak?

      Hapus
  2. tengkyuuu Taro....udah diceritain disini, baca bukunya kapan2 ya....hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resensi mba Inung mana niiiih? *antagonis keluar :p

      Hapus
  3. Balasan
    1. bagus apanyaa. hahaha. resensinya masih acakaduutt :D
      btw makasih lho udah mau mampir :)

      Hapus
  4. repiewmu komplit, mmenggiring orang pengen baca bukunya ;D

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus