Senin, 21 April 2014

Tentang Hari Kartini

21 April 2014 tepat jatuh pada hari Senin. Hari di mana orang-orang, saya lebih tepatnya malas berangkat ke kantor. Entah apa alasannya, yang jelas Monday is lazy day. Hihihi. Cuman bagi kami orang-orang pemalas sih. Kalau yang rajin beda lagi motonya :p

Beberapa hari sebelum long wiken, sudah ada pengumuman bahwa para karyawati harus berkebaya. Eng...ing...eng...gonjreng gonjreng gubrak! Alamaakkk kenapa jugak pakek acara berkebaya segala. 

Pengumuman resmi, Mak!

Hari senin+berkebaya = malas sedunia! Malasnya bukan tanpa alasan lho. Pertama senin itu identik dengan macet, Sodara-sodara! Apalagi usai long wiken gini, beuh jalanan padet merayep. Kedua, riweh pake kebaya dari kosan, kainnya itu lho nyrimpet-nyrimpet kalau buat jalan. Lha aku kan jalannya nggak bisa anggun bak putri solo, biasanya bak preman pasar *eh. Alhasil aku akalin berangkat bercelana ria kaya biasa, sampai kantor baru ganti kain. Kan, mau foto-foto gitu, biar keliatan anggun *tsaah :D. Yang bikin semangat itu sesi foto-fotonya, mumpung lg kompak berkebaya dengan berbagai warna, jadi diabadikan donk. Walau kebayaku itu pinjeman dari emaknya sohibku. Iya, pinjeman, soalnya aku ngga ada kebaya. Eee tapi narsis pake kebaya pinjeman tetep cantik kok. Si kebaya nggak merenggek dan bisik-bisik kalau pinjeman :))
 
Biar ngga dikatain hoax, nih poto-poto narsis para karyawati. Hahaha. Nggak narsis, nggak eksis! 
 
Me and Kak Mei. Cantik kan? :p


 
  
Foto bersama semua bidang. Maap ya yg merem :D

My team work :))


Tinggi menjulang :D

Siapakah inih? :p

Coba tebak kesamaan kami!

Me and Mba Nan ^^



Perayaan Hari Kartini tak identik harus berkebaya kok, menurutku sih. Nggak harus juga antre di salon subuh-subuh. Atau emang dasarnya aku ngga suka dandan yang ribet-ribet. Hahaha. Lalu bagaimana kita merayakannya? Kartini masa kini, begitu banyak orang bilang. Tergelitik acara Kartini Next Generation 2014, hati kecil ini bertanya "kapan aku bisa seperti mereka? apakah aku bisa seperti mereka?" Pertanyaan besar yang menjawabnya aku entah sanggup atau tidak. Kiprah mereka para Kartini Next Generation sungguh bikin aku sukses mlongo. Yah, mereka datang dari berbagai latar belakang dan profesi tapi mempunyai tujuan sama. Mereka ingin bermanfaat bagi orang lain. Ah, di usia yang hampir setengah abad bermanfaat apa aku? Sudahkah aku turut andil untuk lingkunganku? Sudahkah ini? Sudahkah itu? Sekali lagi banyak pertanyaan yang seketika muncul di benakku. Banyak angan juga asa yang ingin kuwujudkan. Duhai semesta, ijinkan aku melakoni kiprahku :)
 
Ah, kok jadi mellow gini sih? Hehehe. Syudah syudah kembali ke topik! Bagiku semua wanita di dunia adalah seorang kartini. Kartini bagi keluarganya tentu saja! Kalau toh mereka mendulang kiprah lain, itu karena usaha luar biasa mereka. Jerih payah yang memang patut diapresiasi ^^
 
Selamat Hari Kartini para wanita hebat! Selamat berkarya! Apapun usahamu dan bidang yang kau geluti, kau tetap wanita terhebat di dunia :)
 
Salam Sayang,
 
Tarmoth ^^

4 komentar:

  1. Kereeen...Insya Allah taro bakal membawa banyak kebahagiaan dan manfaat untuk sekelilingnya, aamiin...i'm happy to be ur sister, darleeng...

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. duh mak Win ngga udah gitu donk. jadi malu. kan emang aku udah cakep dari sononya *dikeplaki

      Hapus