Selasa, 20 Mei 2014

Catatan Cinta dari Sebuah Perjalanan



Judul Buku      : Rumah adalah di Mana Pun
Penulis           : Sari Musdar, dkk.
Penerbit         : PT GRASINDO
Tahun Terbit   : 2014
Tebal Buku      : vi + 258 Halaman
ISBN               : 978-602-251-464-0


Rumah adalah tempat kita menambatkan rindu. Dengan begitu, rumah pula yang membuat kita bisa bergerak, mengarungi puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer. Namun, apa arti rumah di mata pejalan (traveler) perempuan ini?
 
Kalimat pengantar yang sukses membuat orang terhipnotis untuk buru-buru melahap buku ini. Ya. Inilah kumpulan pengalaman sembilan belas traveler perempuan dari berbagai usia juga profesi. Buku yang menyuguhkan sederet pengalaman berkelana di negeri sendiri. Tentunya juga menambah penasaran ingin menjajal perjalanan seperti mereka.

 

Berbagai macam alasan mereka melakukan perjalanan itu. Patah hati, melarung rindu, honeymoon atau sekadar refreshing. Melarikan diri dari hiruk pikuk rutinitas sehari-hari demi seteguk pengalaman berarti. Buku ini komplit untuk panduan traveling, mulai dari akomodasi, penginapan, rute perjalanan, adat istiadat, budaya dari setiap tempat yang dikunjungi. Semuanya dibahas runtut dan mudah dipahami.


Gunung, pantai, dusun adat, gua, taman nasional. Dari Sabang hingga Papua terangkum apik dalam buku ini. Bagaimana Agit melepaskan luka hati di Mandalawangi. Juga sesosok Silvani yang membuang jauh tentang mantannya di Bromo. Tak kalah menariknya cerita dari Nany yang berani menyelam di Tebing Tomini padahal tak bisa berenang sama sekali. Belum lagi kisah unik Gading Rinjani dan Qisty Aulia menaklukkan Mahameru, gunung tertinggi di pulau Jawa. Seru dan kocaknya kisah honeymoon ala Intan di pulau Derawan. Cerita tentang Padang, Sabang, Tanah Papua, Wae Rebo juga tempat-tempat lain yang memang pantas untuk diapresiasi. Indonesia memiliki tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Jangan bangga sudah berulang kali ke luar negeri tapi tak akrab dengan negeri sendiri.


Sebuah perjalanan akan selalu menyisakan kenangan dan pengalaman tersendiri bagi pelakunya. Dari sekadar teman perjalanan yang awalnya tak kenal hingga menjadi keluarga baru. Perjalanan selalu mengajarkan kita untuk melek, memahami orang lain, belajar sabar, peduli, mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan. Pelajaran hidup yang berharga untuk cerita anak cucu kelak.

Resapi dan bayangkan setiap perjalanan di buku ini. Seolah kita berada bersama mereka. Semuanya mengundang dan mengusik jiwa-jiwa traveling untuk segera angkat ransel atau koper. Menyusuri sudut-sudut tanah air tercinta, Indonesia. Hai, para perempuan apakah kalian sudah siap mengikuti jejak kesembilan belas perempuan di buku ini?

2 komentar:

  1. bikin pengen ngetrip lagiii hohoho...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi ayuuukkk maaakkk. mau ke manaaa? :p
      *kekepin celengan*

      Hapus