Rabu, 11 Juni 2014

Ini Aku. Kamu?

"Orang yang suka buku itu biasanya agak aneh. Beda sama orang normal lainnya"

Aku tersentak mendengar pernyataan Mbak Indri. Ingat kan siapa dia? Kalau lupa bisa intip lapak mungilku loh. Monggo meninggalkan jejak di sana *halah*

Saat tulisan ini diposting, aku baru saja pulang hang out. Cuma cari kado sih tapi akhirnya aku tergoda buat beli powerbank. Abisnya murah dan kualitasnya lumayan. Mumpung lagi ada pameran juga sih *nggak mau rugi*

"Tari pasti nggak ngerti lagu ini," tiba-tiba seorang kawan berujar padaku. Aku yang lagi asyik ngerumpi sama whatsapp cuma menggeleng dan tersenyum. Buat apa jawab, toh dia juga udah tau.

"Bukan passionnya kali," kawanku lain menyahut.

Gambar dari Google
Aku mulai merunut dan menggabungkan omongan Mbak Indri dan temenku. Juga mengingat-ingat semua kebiasaanku hingga saat ini. Ya, aku memang beda! Aku beda saat berada di kantor. Aku merasa bebas dan lepas saat keluar dari gedung tujuh lantai itu.

Aku suka dengerin lagu tapi tak satupun lirik yang nyantol di kepala. Ini serius. Paling cuma beberapa bait yang bisa. Itupun yang populer. Mungkin aku hanya sebatas suka, tak langsung jatuh cinta. Aku nggak update untuk masalah lagu. Paling banter minta temen atau donlot buat disimpen dan didengerin sendiri. Jarang sekali aku bisa mengeluarkan suara dengan benar. Aku nggak bisa nyanyi!

Aku lebih suka suasana hening. Saat itulah aku bebas mengekspresikan segala rasa. Menangis, tertawa, merenung, hingga mengkhayal bisa aku lakukan saat hening menyapa.

Aku akan antusias saat diajak ngobrol masalah buku. Walaupun aku juga nggak hapal semua penulis-penulis tapi setidaknya aku lebih nggreget.

Aku suka ngendon berjam-jam di toko buku. Menyusuri rak demi rak. Memilih, mencatat, bahkan berdoa untuk buku incaran semoga nggak terjual. Hihihi. Menikmati dan melihat deretan teman yang bukunya udah nongkrong, bikin aku iri.

Aku pemburu tanda tangan dan kata mutiara para penulis. Lebih senang, lebih sreg dan lebih puas. Selalu terselip semangat tiap kali membaca ulangnya.

Aku nggak eman kalau duit dipakai buat beli buku. Hingga ibu bapak tak pernah lagi protes kalau aku mudik bawaannya pasti buku. Rasanya nggak ada yang salah buat beli buku. Ini sebuah investasi masa depan.

Aku seorang penikmat bacaan "ringan". Aku nggak kuat kalau harus menikmati buku dengan "mikir". Aku akan berpikir dua kali untuk menikmati buku berat. Lebih lama menuntaskan. Juga sering tertidur jika dipaksakan. Bagiku buku yang ringan bisa bikin otak lebih rileks.

Aku seorang penggemar gratisan. Penikmat kuis yang selalu berharap menang. Hahaha berasa nggak ada peserta lain dalam kuis :p

Aku menikmati kumpul dengan teman luar kantor kala wiken. Menambah wawasan dan juga saudara. Bagiku di setiap tempat selalu ada keluarga baru. Bukan berarti aku nggak suka jalan sama anak kantor lho. Tapi bosen nggak sih tiap hari ketemu dan wiken juga harus ketemu lagi? Hehehe

Aku lebih suka ngendon di kamar. Bagiku kamar adalah segalanya. Tempat paling favorit setelah toko buku.

Aku penggemar ransel garis keras. Separo dari koleksi tasku adalah ransel. Aku akan kesulitan dan ngerasa nggak pantas saat pakai tas cewek kebanyakan. Entah. Menurutku tas jinjing itu kecil. Nggak muat untuk barangku yang kecil-kecil mrintil. Kalau saat ini aku lagi pakai tas samping gegara disuruh latian :D

Aku seorang penggemar flat shoes dan sendal jepit. Aku nggak suka pake sepatu tinggi. Capek, ribet dan harus berhati-hati saat jalan. Enakan flat shoes atau sendal jepit. Tinggal dipake, jalan, beres!

Aku suka jalan-jalan. Walau nggak diakui sebagai backpacker atau traveler tapi aku menikmati perjalananku. Setiap orang punya cerita, dan tentu ceritaku berbeda dengan kalian semua.

Aku gemar memotret entah itu apa. Bagiku memotret bisa meluruhkan segala penat. Dapat jepretan yang menurutku bagus itu jauh lebih menyenangkan. 

Aku seseorang yang sedang bermimpi menjadi penulis. Walaupun bukan full time writer tapi aku ingin menulis. Menulis adalah meluruhkan rasa. Menggoreskan catatan dalam bingkaian kata.

Aku memang beda. Aku dilahirkan untuk menjadi ini adanya. Aku tak ingin menyulap diriku menjadi orang lain. Aku adalah aku. Aku menikmati semua yang ada pada diriku.

Aku setuju dengan pernyataan Mbak Indri. Walaupun nggak semua penggemar buku seperti itu. Setiap orang diciptakan dengan ketentuan berbeda. Tak perlu dipermasalahkan.

Mari belajar menerima perbedaan. Menikmati apa yang ada. Memahami satu sama lain. Sesungguhnya perbedaan itu selalu indah :)

Salam Sayang,

@tarmoth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar