Rabu, 23 Juli 2014

Sepucuk Surat Emak

Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota
Naik delman istimewa ku duduk di muka 
Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja 
Mengendarai kuda supaya baik jalannya
 
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk
Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s'patu kuda

(Dipopulerkan Trio Kwek-Kwek Tahun 1997)


Kau pernah dengar lagu ini, Nak? Lagu ini populer sekali jaman Emak SD. Spesial hari ini, Emak ingin menyanyikannya untukmu. Emak sedih anak jaman sekarang hampir tak mengenalnya. Mereka lebih kenal lagu-lagu boy band dan girl band. Kamu juga kenal mereka, Nak? Kenal tak mengapa tapi Emak ingin memberimu batasan. Lalu apa kabar lagu daerah, ya? Ah, Emak ingin sekali mengajarkannya padamu. Dulu, Emak pandai loh nyanyi lagu daerah. Walau suara Emak sember. Hihi.

Sumber gambar dari : http://tunasbangsa.kemsos.go.id

Nak, 
Hari ini, tepat tanggal 23 Juli 2014, Indonesia memperingati "Hari Anak Nasional". Mbah google pun nggak mau ketinggalan loh. Dia bahkan membuat tampilan khusus sebuah permainan tradisional yaitu congklak. Kau tahu, Emak dulu sangat hobi main congklak. Sampai lupa makan, mandi dan waktu. Hehehe. Kau pasti bingung apa artinya hari ini, Nak? Kau pasti juga bertanya-tanya kenapa semua orang ramai membicarakannya, kan?  Sini, Nak, duduklah di samping Emak. Mari kita menikmati senja, sembari Emak bercerita padamu. 

Nak, 
Jaman telah berkembang, teknologi semakin canggih. Jujur saja entah kenapa Emak keder alias nggak pede. Emak begitu takut, Nak. Emak takut tak bisa membimbingmu. Emak takut kamu menjadi anak gadget. Melupakan sekelilingmu kala gadget di tangan. Maafkan Emak, Nak. Emak belum bisa memberi contoh yang baik. Emak sangat ingin mengenalkanmu dengan mainan tradisional, lagu tradisional, juga hal tradisional lainnya. Semua itu sudah hampir tergerus jaman, Nak. Kalau bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi? Tak mungkin kita berharap pada orang asing. Malu, sungguh malu, Nak.

Nak,
Emak ingin kamu mengenal dunia luar. Emak ingin kamu mengecap apa yang namanya teknologi. Emak tak melarangmu bermain internet. Boleh kok, Emak mengijinkan. Tapi setidaknya Emak berusaha membatasi. Ada hari kebebasan di mana kamu berhak berkenalan dengan teman mayamu. Ada juga hari di mana kamu hanya duduk berdua dengan Emak. Iya, cukup kamu dan Emak. Kita akan berbicara dari hati ke hati. Jangan marah, ya, Nak? 

Nak, 
Sempat terlintas di benak Emak, kelak kamu akan Emak masukkan di sekolah alam. Seperti sebuah sekolah yang didirikan teman Emak. Kamu akan tahu bahwa ilmu tak hanya dari buku tapi juga dari alam.  Emak ingin kamu lebih mengenal gunung, sawah, air, padi, becikot, hutan, sungai, dll. Emak sedih kala kamu merajuk dan menyeret Emak ke mall. Bagaimana kalau kita bermain tanah lumpur, Nak? Pasti lebih seru dan menyenangkan, bukan? Mari kita berdoa semoga impian Emak memberikan pendidikan terbaik untukmu terwujud kelak.

Nak, 
Kalau tiap kita pergi Emak selalu membekalimu buku cerita jangan marah, ya? Emak hanya ingin belajar mendekatkanmu pada buku. Katanya buku itu jendela dunia lho, Nak. Kita bisa lihat apa aja dari buku. Nggak percaya? Mungkin bukan dalam waktu dekat kamu bisa merasakannya. Yang jelas kelak kamu akan mendulang dari kebiasaanmu ini. Emak juga akan mengenalkanmu pada toko buku, perpustakaan, pesta buku, dll. Wah semua berhubungan dengan buku, ya?? Hahaha. Emakmu ini adalah pecinta buku. Jangan heran kalau rumah kita kelak akan penuh dengan deretan rak buku. Bahkan Emak pernah berkhayal kelak akan punya perpustakaan dan taman baca. Keren kan kedengarannya? Hihihi. Ih, Emak kok banyak maunya, ya?

Nak,
Emak ingin memberitahumu sebuah rahasia. Ssssttt...tapi jangan bilang siapa-siapa ya? Janji! Emak ingin sekali tinggal di luar negeri! Mencicipi hidup di negeri orang gimana rasanya, ya? Hihihi. Emak sering ngiler kala sahabat Emak bercerita pengalaman hidup di sana. Betul kata orang, bahwa rumput tetangga memang lebih hijau, Nak. Belum tentu yang kita lihat semudah dan seenak apa yang dirasakan sahabat Emak. Mari terus belajar bersyukur, semoga Tuhan menjawab doa dan impian kita, ya? Sekarang tak usah muluk-muluk Emak bisa tinggal di luar negeri. Cukup dalam tiap sujud, Emak mendoakan semoga kakimu bisa menjejak di negeri impianmu. Emak akan berbahagia! Bermimpilah, Nak. Teruslah mengejar semua mimpi-mimpimu hingga ke negeri seberang. Tapi ingat Emak ingin kakimu tetap membumi. Emak tak ingin kamu lupa di mana kamu dulu dilahirkan. Emak akan selalu menyebut namamu dalam setiap doa.

Anakku,
Kau tahu Emakmu sangat cinta dolan. Biar kerenan dikit kita sebut traveling aja yuk. Emak ingin kamu tahu bahwa traveling itu menyenangkan. Emak aja sampai ketagihan. Kamu akan bertemu sahabat, keluarga dan tentu pengalaman yang tak pernah bisa terlupa. Tapi Emak masih malu belum banyak tempat yang dijajaki. Emak ingin seperti teman-teman yang terus menikmati dunia traveling. Berjalanlah, Nak. Emak akan merestuimu. Menjelajahlah sesuai keinginanmu. Temui hidup yang tak pernah kau tahu sebelumnya. Katanya semakin jauh kita pergi, semakin rindu pula kita akan kampung halaman. Emak sangat ingin mengenalkanmu pada negeri ini. Emak ingin mengakrabkanmu dengan Indonesia sebelum kamu menjejakkan kaki ke negeri orang. Ketahuilah bahwa negeri ini sungguh indah, dia menyimpan berjuta potensi wisata yang luar biasa. Emak ingin menjelajahinya bersamamu. Kamu mau, kan, Nak?

Anakku,
Terima kasih telah menjadi bagian dari hidup Emak. Emak bahagia. Emak bangga memiliki anak sepertimu. Lantunkan doa untuk Emakmu ini. Semoga tak hanya menjadi sosok Emak semata tapi juga sahabatmu. Sahabat yang siap mendampingi setiap langkah kakimu.  Sahabat yang selalu sedia menyodorkan bahu dan telinga kala kamu butuh. Sahabat yang pertama kali kamu cari dalam setiap waktu. Emakmu ini adalah sahabatmu.

Anakku,
Emak ingin berpesan, jadilah dirimu sendiri. Jangan pernah bermimpi menjadi orang lain. Ingin seperti si A, B, C atau D. Bolehlah kamu mencontoh prestasi mereka tapi tentu tak harus sama persis. Setiap orang diciptakan dengan kondisi berbeda. 

Anakku,
Ajarkan Emak untuk terus belajar bersabar. Ingatkan Emak untuk tak pernah mengeluh. Tegurlah kala Emak lalai. Bersama terus belajar bersyukur. Mari bersisihan dan bergandengan tangan menapaki jalan setapak ini. Semua perlu perjuangan dan proses, Nak. Tak pernah ada yang instant. Masih panjang jalan yang harus kita tempuh. Masih banyak kerikil tajam selama kita berjalan. Ada kalanya kita terjatuh tapi kita tak boleh berhenti. Tetaplah tegak berdiri. Tetaplah berjalan walau terseok-seok. Kau tahu, Nak, semua perjuangan tak pernah ada yang sia-sia.

Selamat Hari Anak Nasional, Anakku. Tetaplah menjadi kebanggaan Emak hingga nanti. Semoga tak hanya menjadi kebanggaan Emak tapi juga keluarga, nusa dan bangsa. Aamiin.

Wah panjang sekali surat Emakmu ini. Sudah dulu, ya, Nak. Semoga kamu nggak ngantuk saat membacanya. Hehehe.


Salam sayang dan cinta selalu,

Emakmu

8 komentar:

  1. Wuih, katanya belum menikah, tapi isi suratnya dalem banget ^_^
    Semoga anaknya sempat membaca ini besok yaaa... dan pasti akan terharu :D

    Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. *uhuk* jadi keselek nih, Mbak. Makasih ya udah mampir. Udah sering loh nama Mbak disebut-sebut teman blogger :)

      Aamiin semoga bisa dibaca. hihihi. Nggak nyangka bisa nulis kaya gini *melu terharu*

      Hapus
  2. cieeh Taro surat buat calon anak nih ceritanya yaa, eh settingan komenmu dibuat siapa aja boleh komen dong, jajal cek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampun, Mak Rahmi. Udah tak ganti. iiih, makasih yaa. perhatian banget. haha.

      Iya dyoonk, kan belum punya anak. Nyicil sek :D *berasa kreditan*

      Hapus
  3. surat ibu buat anaknya selalu banyak pesan, bahkan pesan itu selalu sama di setiap suratnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak Tira. Setuju banget. Hiks. Aku baca suratnya jadi mewek dewe #___#

      Hapus
  4. semoga keinginan emak tinggal di luar negeri kesampaian ya.....selamat lebaran..mohon maaf lahir batin,
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih doanya :)

      Happy ied mubarak juga, ya. Maaf lahir batin yaa :)

      Terima kasih udah mau mampir

      Hapus