Senin, 29 September 2014

Gagal Move On dari KI Semarang 1

Dulu, seorang sobat baikku pernah berujar, "Kamu tuh supel banget toh. Hampir semua orang kenal. Nggak heran kalau temenmu banyak." Dan aku cuma bisa nyengir sambil cengengesan seperti biasa.

Dulu, aku juga pernah berucap, "Aku akan mencari teman dan saudara sebanyak mungkin. Bukan hanya sebatas lingkunganku di sini. Karena aku tak pernah tau takdirku. Siapa tau saat terjadi sesuatu padaku, merekalah orang yang ada di dekatku"

Aku memang tak pernah menikmati aktivitas kampus yang berarti. Ya, aku belajar di kelas yang katanya pilihan alias ekslusif. Kelas yang menuntut mahasiswanya belajar dari jam 7 hingga 5 sore dari hari Senin sampai Jumat. Belum lagi ditambah tugas-tugas yang sangat menumpuk. Kelas yang seharusnya ditempuh setahun, dipangkas menjadi 6 bulan. Weekend menjadi agenda refreshing dan hibernasi berjam-jam dari aktivitas kelas. So, wajar nggak sih kalau sekarang aku kuper dalam organisasi?

Sebagai wujud "balas dendamku" sekarang aku belajar aktif di berbagai komunitas. Mulai dari komunitas nulis, blogger, baca, fotografi, dll. Semua itu aku kembalikan ke niat awal "ingin memperbanyak teman dan saudara". Ajaib! Terbukti! Sekarang ada komunitas yang begitu aku cintai. Masuk di dalamnya begitu luar biasa. Banyak ilmu, sahabat, teman, saudara, support dan yang pasti terasa "klik". Bukankah kamu akan betah di sebuah rumah jika merasa nyaman di dalamnya? Bukankah kamu akan senang menjalani apa yang kamu sukai?

Ijinkan aku bercerita tentang "rumah" dan "keluarga" baruku. Duh, kepanjangan ya pembukaannya? Berasa pidato kenegaraaan :D

"Kelas Inspirasi Semarang 1"

Inilah yang membuatku gagal move on. Hari ini adalah hari refleksi, sebuah acara penghujung dari seluruh rangkaian Kelas Inspirasi. Rasanya campur aduk. Bahagia dan sedih bercampur jadi satu. Bahagia karena telah menjadi bagian dari acara keren ini. Sedih kala harus menerima kenyataan bahwa hatiku terpaut di sini, di Kelas Inspirasi, terutama di kelompok IV.
Wajah-wajah gagal move on :(
Narsis? Wajib!
Awalnya kami malu-malu saling berkenalan, lambat laun mulai terbuka, dan sekarang kami saling merindukan. Lebay? Ah, kurasa tak berlebihan. Pernahkah mendengar bahwa bergaul dengan orang-orang "sealiran" selalu lebih "klik" dan nyambung? Yuk, coba dalami apa yang disukai, kemudian masuklah ke komunitasnya, dan rasakan perbedaannya. Kamu akan selalu merindukan mereka, orang-orang yang "klik" denganmu.

Berasal dari berbagai macam profesi dan latar belakang berbeda inilah yang merekatkan. Kami memang bukan orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan. Kami hanyalah segelintir orang yang ingin berbagi cerita tentang profesi. Tak usah muluk-muluk, semoga apa yang kami bagikan bisa mendapat tempat di hati adik-adik kami. Juga kepada guru-guru di mana tempat kami berbagi.
Usai ngajar, bergaya bareng fasil dan fotografer tp nggak komplit

Relawan pengajar cewek bareng Bu Guru :)

Narsis dulu sebelum mulai :D
Sulit kujelaskan mengapa aku sangat bersedih hari ini. Seperti ada yang hilang. Apa aku masih terkontaminasi euforia Kelas Inspirasi? Mungkin! Yang jelas tak akan ada lagi pertemuan heboh berjam-jam, tak ada lagi gonta-ganti jadwal, colekan fasil, lembur motongin kertas, menjadi artis dadakan, rumpian heboh tentang ini itu. Walau grup wasap dan fb nggak akan ditutup tapi rasanya tetep beda. Jarak dan kesibukan masing-masing juga membuat kami tak leluasa bertemu setiap saat. Hiks.
Kebangetaaan! Ini gagal move on beneran!

Aku, sebagai tukang tebeng di berbagai komunitas merasakan Kelas Inspirasi ini berbeda. Dia sukses menyita perhatian dan menyelinap lembut di hati. Sekali lagi aku ingin bilang bahwa inilah yang namanya "klik". Misi yang sama jugalah yang membuat hatiku tak rela acara ini berakhir. Rasanya ingin ada KI Semarang 2 segera! *dijitak panitia :D

Apalagi usai Hari Inspirasi, Mbak Fajar yang sudah berkali-kali ikut acara ini bilang bahwa kelompok ini ngangenin. Sampai grup wasap aja ditambahin belakanganya "ngangenin". Hahaha. Belum lagi pengakuan beliau yang membuatku terharu dan gagal move on. Lelah usai mengajar marathon langsung menguap seketika. Ah, kapan lagi bisa jumpa? Rumpian hangat kita nggak akan ada matinya, kan?

 




Semua chat di atas yang sukses bikin gagal move on :'(


Aaaakkkk...dapat salam dari Pak Anies ^__^
Tak bahagiakah kamu jika menjadi bagian dari sesuatu yang kamu sukai? Aku bahagia! Aku bahagia bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Aku juga bahagia bisa punya keluarga baru, kelompok IV. Rasanya ada semangat untuk bisa menjadi bagian dari Kelas Inspirasi lagi. Walau harus pandai-pandai menyelipkan persiapan diantara rutinitas tapi menjadi kepuasan tak terkira. Membuncah bak air bendungan. Sulit jika harus dituliskan. Jika penasaran ayolah coba cuti sehari dan rasakan. Kau akan ketagihan. Seperti keluarga baruku yang sukses nangis guling-guling pas tahu KI Semarang 1 telah usai. Bahkan kami bersemangat menyambut KI Semarang 2. So, bagaimana panitia? Hihi

Bukti bahwa kami memang gagal move on sungguhan :'(

Beribu terima kasih mungkin tak cukup untuk dua fasil luar biasa, Mbak Aisyah dan Mas Falan. Peran mereka berdualah yang membuat kelompok kami menjadi solid. Nggak pernah bosen ngeramein grup alias nyolek-nyolek ngingetin. Walau udah nggak fasil, kita tetep keluarga, kan? Mari ramaikan grup dengan rumpian heboh! Kangen!

Untuk relawan pengajar, Mbak Fajar, Mbak Indri, Mbak Dian, Mbak Lulu, Mbak Lutria, Mbak Dala, Mbak Putri, Mas Imam, Mas Tito dan Pak Ady, terima kasih atas semuanya. Nggak tau harus ngomong apalagi. Seneng, bahagia bisa berjumpa dan berkenalan dengan kalian semua. You're so inspiring! Khusus Pak Ady, terima kasih sudah mengingatkan saya untuk terus belajar mendongeng. Saya jujur terharu kala Bapak bilang bahwa saya punya passion di sini :)

Relawan pengajar plus fasil ^__^

Para relawan fotografer dan videografer, Mas Hanif, Mas Husnil, MasChoirul dan Mbak Vivi, jangan lupa loh perjanjian awal, foto dan video yang tampil adalah wajah kece kita-kita. Hahaha. Terima kasih udah sabar ngeladenin para relawan pengajar yang narsisnya ampun *uhuk*. Kapan nih ngajarin kita-kita motret? Atau motret kita saja? Hehehe :)
Dan untuk panitia KI Semarang 1, selamat atas suksesnya acara ini. Para relawan panitia sungguh luar biasa. Tanpa kalian apalah jadinya acara ini. Tanpa acara ini pula, kami tak akan pernah mengenal dan mempunyai keluarga baru. Terima kasih sekali lagi. Segerakan KI Semarang 2, ya! Yang pada gagal move on udah pada siap daftar nih :)

Mimpimu, mimpiku, mimpi-mimpi anak Indonesia!

Biar semangat, nyanyi aja yoookkkk!!! Mari bergandengan tangan! Satu dua tiga!

Suatu hariDikala kita duduk ditepi pantaiDan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbangBermain diderunya airSuara alam iniHangatkan jiwa kita
SementaraSinar surya perlahan mulai tenggelamSuara gitarmuMengalunkan melodi tentang cintaAda hatiMembara erat bersatuGetar seluruh jiwaTercurah saat itu
Kemesraan iniJanganlah cepat berlaluKemesraan iniInginku kenang selalu
Hatiku damaiJiwaku tentram di samping muHatiku damaiJiwa ku tentramBersamamu

NB : Curhatan random orang yang gagal move on. Mohon maklum jika bahasa dan penyampaiannya juga random. Sekian *matiin mic*

Salam,
@tarie_tar
(Sumber Foto : Pak Ady, Mbak Aisyah, Mbak Dala)

17 komentar:

  1. Wah hebat, semangat tinggi untuk berbagi. Teruskan ya, mumpung belum menikah dan terbatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doakan istiqomah ya, Mak. Semoga bisa memberi manfaat bagi orang lain. Suwun udah berkenan mampir :)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Selalu cemumut donk kakakku :* Hahaha tapi gagal move on dari ituuu *kode abjad :p

      Hapus
  3. lagunya bikin terharu aja mbak les...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soale wingi wis ceria, saiki sing mellow gitu, Mas Choirul :p

      Hapus
  4. gagal move on dari si ituuuu nggak...?? *nggak nyebut inisial

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hah? Si itu? Si itu yang mana sih? Emang ada apa dengan si itu? *muka lempeng :p

      Hapus
  5. masak sih gagal move on? move on dari apa?? ada yang perlu di-move on-in?? *flat face as usual :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaa gitu deh, buktinya masih sering dibahas di lapak sebelah wkwk :p
      *kode garis keras

      Hapus
  6. Enak dibaca tulisannya...ngalir ...seperti air... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi makasih, Mbak :)

      Efek lagi galau aja jadi nih tulisan bener *eh

      Hapus
  7. Boleh dong ka kirim ceritanya ke Blog KI :)

    Apakah kamu punya pengalaman menarik seputar Kelas Inspirasi?
    Pernah jadi panitia, relawan, inspirator atau dokumentator Kelas Inspirasi di salah satu kota di Indonesia?

    Ayo berbagi dengan pembaca di seluruh Indonesia. Buat tulisan yang menarik, informatif dan inspiratif tentang kegiatan Kelas Inspirasi. Jangan lupa cantumkan detil-detil penting seperti nama lokasi Kelas Inspirasi, tanggal berlangsungnya, nama-nama inspirator yang terlibat, dan sebagainya. Sertakan foto-foto atau video singkat yang menunjukkan kesibukan di hari-H, lengkap dengan keterangannya, lalu kirimkan ke adminblog@kelasinspirasi.org. Tulisan akan melalui proses seleksi dan yang terpilih akan dimuat di blog.kelasinspirasi.org, siap menginspirasi rakyat Indonesia untuk bergerak dan berbagi inspirasi.

    http://blog.kelasinspirasi.org/911-2/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita yang ini? Eeemm...hihihi kalau yang ini mah random jilid sekian. Belum apa-apa udah ditendang duluan :D

      In shaa Allah. Semoga bisa berpartisipasi yaa. Terima kasih undangannya. Owh iya, yang dikirimkan berarti dalam bentuk naskah kan, ya? Bukan dalam bentuk link? :)

      Hapus
  8. Kalau udah gagal move on itu nggak enak banget mbak... semoga cepat bisa lari dari belenggu itu. :p

    BalasHapus
  9. Semarang emang kota yang keren banget. :D

    BalasHapus
  10. Semarang kali ne banjir, pilih tia ojo di pikir. Jadi ingin nyanyian AFI itu. :p

    BalasHapus