Senin, 22 September 2014

Guru, Beginikah Rasanya Keseharianmu?

Sejak menerima email 06 September 2014 lalu, aku resmi didaulat sebagai relawan pengajar di Kelas Inspirasi Semarang 1. Awalnya aku pesimis bisa lolos, secara jam terbangku belum kenceng. Masih kesandung-sandung antar kota. Entah kapan bisa antar propinsi, apalagi antar negara. Lagipula kalau lolos aku juga bingung, akan menginspirasi apa dan seperti apa?

Rupanya Tuhan berkehendak lain. AKU LOLOS! Pas nerima email itu rasanya campur aduk kek rujak serut. Seneng, bahagia, terharu, bercampur jadi satu. Enggak kalah happy kala menang kontes deh. Apalagi my sisters Genk Rempong alias Genk Narsis juga lolos! Huray kita kopdar! *lho :p

Pas briefing tanggal 13 kemarin kita juga masih bisa ketawa ketiwi. Belum ada gambaran sama sekali mau gimana. Hihi. Yang jelas dapat temen baru dari berbagai macam latar belakang dan profesi. Kelompokku ada yang luar kota loh. Hebat, bukan? Salut! 10 jempol!

Sekarang?

Entahlah apa yang aku rasakan. Mungkin aku terlalu lebay kali, ya? Hahaha. Beginilah efek nggak pernah ngajar anak kecil. Diem mulu di belakang meja. Atau abis acara ini aku minta pindah divisi humas ya? *mulai ngelantur

Menjelang hari pelaksanaan semuanya serba menegangkan. Deg-degan luar biasa. Walau udah konsul sama Om Nher dan Kang Iwok, dua senior sesama pengajar di Kelas Inspirasi tapi rasanya tetep beda. Ada hal yang entah mengapa sulit diungkapkan. Kalau belum ngerasain sendiri emang gini kali, ya? Hihihi.

Entahlah.

Tetiba pikiranku melayang pada masa SD. Kala aku masih berseragam putih merah. Kala aku masih gemar berlarian ke sana ke mari. Menjaili teman. Juga menikmati jajanan khas anak-anak SD.

Tetiba aku rindu pada guruku. Sedang apakah beliau? Sehatkah? Masih aktif mengajarkah? Atau sudah pensiun?

Pikiranku melayang pada beliau-beliau yang selalu sabar mengajari kami satu per satu. Membiarkan kami berceloteh riang kala tak ada pelajaran. Bermain kapur tulis dan penghapus. Menyapu kelas dengan ogah-ogahan. Atau bermain surat-suratan dan pesawat terbang di kelas. 

Dulu aku tak pernah kepikiran bagaimana perasaan para guru? Sebalkah kala kami membuat gaduh di kelas? Sedihkah kala kami berantem dan menangis?

Kini aku akan merasakannya. Tanggal 25 besok ada hari penentu bagi kami para relawan pengajar. Semua berkecamuk jadi satu. Khawatir dan cemas kalau sampai nggak bisa menguasai kelas. Ini baru persiapan loh, belum hari H. 

Terbayang wajah para guruku dulu. Beginikah rasanya menjadi seorang guru? Padahal beliau tiap hari harus menyiapkan bahan ajar yang berbeda. Lha ini nyiapin buat acara sehari aja rasanya udah mules. Huhuhu.

Guruku,

Tak ingin berkata panjang lebar. Aku hanya ingin mengucapkan sejuta terima kasih padamu. Atas semua ilmu dan pelajaran hidup yang telah engkau berikan. Terima kasih, Guruku :)


Salam,

@tarie_tar
 

12 komentar:

  1. Bawa sesuatu yang ajaib maka perhatian akan terpusat padamu. Hehehe. Keep spirit Taro!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mbak. Doakan semoga sehat dan fokus sampai hari H. Udah gorgi akut niih -__-"

      Hapus
  2. tuhh..sesuatu yang ajaib..dikaw jadi kostum badut ndak taro? hihi aku bawa apa yaa...makasih sarannya qudsi..semangat taroo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ndak, Mak. Ganti kostum tapi tetep mencolok sih. Seragam sama topi lapangan. Mak Dew pakai bandana yang dikasih tulisan penulis aja dah. Hehehe lebih ngena dan lucu loh.

      Semangat juga, Mak! Bismillah! *hugs*

      Hapus
  3. Cemungud Taro *padahal yo deg-degan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cemungudh juga, Mbak Wuri! Kita bisaaaaaaaaa *kibas-kibas

      Hapus
  4. wah luar biasa ya perjuangan seorang guru, sungguh pantas jika disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa :)

    salam kenal ya kak :)

    yuk ikutan lomba di blog saya :) dicuekin.com

    BalasHapus
  5. daaaannnn ternyata kamu bisaaaaa.... hebattt taroooo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Inung nggak kalah hebat. Ternyata kita bisa, ya? *masih nggak percaya

      Hapus
  6. eeehh...uh..hmm...speechless deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emakku satu ini juga sangat menginspirasiiii! Semangatnya luar bisaaa :*

      Hapus