Jumat, 05 September 2014

Parno, Penyakit Mematikan

"Paling kamu akan kesulitan di dua bulan pertama. Ntar selanjutnya gampang. Sambil merem juga beres"

Begitulah kira-kira pesan ajaib dari rekan kerja yang akan pindah tugas pertengahan bulan ini. Mak jleb kan? Gimana enggak makin stress coba? Bukan disemangati tapi malah....??? Etapi ini mungkin ini yang namanya "katakan saja walau terkadang itu pahit" kali, ya? Ah, tak tahulah.

Dalam dunia kerja emang kudu siap kalau sewaktu-waktu dimutasi. Nah, yang ditinggal juga kudu siap. SIAP MENERIMA LIMPAHAN PEKERJAAN! Kalau setahun lalu aku yang "ngelimpahin", sekarang gantian aku yang "dilimpahin". Gimana rasanya? NANO NONA!

Gambar diambil dari sini


Sedih pasti. Namanya juga kehilangan rekan kerja. Hiks. Lebih sedih lagi harus ngehendel kerjaannya itu loh *eh jujur amat. Abisnya belum ada yang gantiin. Mau nggak mau kan harus mau menerima. Betul? :)

Sebenarnya ini yang menjadi beban pikiran sebulan belakangan. Pekerjaan limpahan! Ini bener-bener hal baru bagiku. Fresh form the oven, gitu istilah kerennya. Selama setahun di sini, aku cuma tahu sekilas saja. Enggak paham secara mendalam seperti kerjaanku saat ini. Menjadi staff termuda harus rela meluangkan space otak demi ilmu turunan. Enggak mudah! Sungguh! Dengan modal otak pas-pasan dan waktu yang cukup singkat aku harus berlari. Enggak cuma sprint tapi juga marathon. Ibarat nuang air ke dalam gelas dengan tergesa-gesa, pasti akan ada tumpah satu dua tetes. Aku harap sih enggak, minimal aku masih bisa menghendel.

Entah apa yang aku rasakan. Semua berkecamuk jadi satu. Entah apa yang harus aku lakukan. Aku tak tahu! Kecuali aku pura-pura amnesia. Tapi mana bisa? Time so flies. Dan aku harus siap menghadapi itu! Walau aku belum paham 100%. Aku harap, aku lebih bisa fokus dan menerima keadaan. Inilah warna-warni dunia kerja. Chayooooooo :)

Mungkin aku sedang menderita syndrom "parno". Hehe bukan Pak Parno lho. Parno itu kayak ketakutan sebelum hal terjadi. Kayak semacam khayalan sendiri gituh. Ya, aku emang lagi parno sama kerjaan limpahan itu. Aku parno dengan segala kerapian rekan kerjaku. Aku parno dengan semua printilannya. Ya, aku parno jika aku tak mampu menghendel. Aku parno jika kelak ada penggantinya, aku salah menjelaskan. Rekan kerja bilang ke aku A, aku ke si pengganti B. Itulah yang bener-bener bikin aku parno. Aku parnoooooooooooo!!!!!!!! Keparnoan inilah yang sukses membuat berat badanku anjlok drastis. Masak iya sekarang cuma 47 kilo? :(

Seharusnya aku tak boleh menganggap remeh diri sendiri. Seharusnya aku lebih mengenali diri sendiri. Menghargai kemampuan yang aku punya. Ya, aku punya skill walau pas-pasan, aku punya niat belajar, mencari ilmu. Aku punya Tuhan yang siap menerima curhatanku setiap detik. Ya, tak sepantasnya aku mengalami keparnoan ini. Keparnoan yang mematikan dan menggerus semangat kerjaku. Keparnoan yang perlahan tapi pasti mengikis keceriaanku. Keparnoan yang membuatku cepat lelah. Keparnoan yang membuat diri sendiri seperti gila :(

Aku harus selalu bersugesti dan berpositif thinking bahwa "AKU BISA, AKU MAMPU DAN AKU MAU BELAJAR!!!" Mungkin ini juga perlu ditempel di dinding kamar. Hihi. Biar bisa liat tiap mata melek :p

Everything happens for a reason!

Aku yakin, Tuhan akan memberiku hadiah terindah di balik semua ini. Tuhan selalu menyiapkan segala sesuatu jauh diluar perkiraan. Sesuai porsi dan waktu yang tepat. Tuhan telah memberiku kesempatan untuk belajar ilmu baru. Tuhan memilihku karena aku dinilai mampu. Bukan begitu, Tuhan? :)

Aku juga belajar untuk menularkan segala sesuatu kepada rekan kerja. Biar kalau aku suatu saat pindah nggak gelagapan. Cuma tinggal dadah-dadah cantik gituh *ngarep. Hehehe. Bukankah ilmu akan jauh lebih bermanfaat jika dibagi? 

Enyahlah kau, parno. Minggatlah dari sini. Aku ingin menikmati proses ini. Jangan kau buat aku kelimpungan. Akan kutunjukkan kepadamu bahwa aku bisa melalui ini semua. SEMANGAT, TARO!!!

NB : mohon maaf postingan ini hanya curcolan. Semata-mata untuk mengurangi gerundelan di hati. Biar agak plong :)


Salam,

@tarmoth
   

2 komentar:

  1. wes plong to? ndi kene ndang mbayar xixixii.... :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha matreee ah matreeee *kekepin dompet :p

      plong sih uwis tapi kerjaane sing ora plong :D

      Hapus