Sabtu, 11 Oktober 2014

Sepercik Rindu

Bisa mengenalmu adalah hal terindah untukku
Walau hanya sehari, hati ini sudah terpaut padamu
Senyum manismu, tawamu, candamu dan celotehmu telah melelehkan hatiku
Duhai anak-anakku, apa kabarmu hari ini?
Aku rindu akan semua hal tentangmu

Dua puluh lima september menjadi hari bersejarah bagiku
Angin, pepohonan, langit, awan dan matahari jadi saksi
Hari itu kau panggil aku ibu guru
Tak lupa kau pamerkan gigi dan senyum indah untukku
Jelas kuingat binar bahagia melihat kedatanganku
Masih terasa kala tangan mungilmu mengajakku bersalaman
Terekam jelas bagaimana antusias kalian
Sedang belajar apa sekarang, Nak?


Anakku,
Bolehkah aku memanggilmu begitu?     
Agar antara aku dan kamu tak pernah ada jarak
Tapi aku dan kamu adalah dua sahabat
Kita bebas bercerita, bercengkrama dan mendongeng seperti siang itu
Hingga tak terasa waktu perlahan berlalu
Menyisakan kenangan indah diantara kita

Anakku,
Hari itu telah kau tulis cita-citamu
Hari itu telah kau terbangkan balon mimpimu
Bersama angin yang berhembus
Teriring doa dari bapak ibu gurumu
Juga binar bening matamu

Anakku,
Teruslah melangkah tuk meraih mimpimu
Seperti balon yang telah kau terbangkan
Lepas landas membumbung tinggi tanpa batas
Terbang bersama awan dan burung-burung nun jauh di atas sana

Biarlah, Nak,
Biarlah mimpimu terbang setinggi mungkin
Tak usah kau risaukan lagi
Duduklah sini di sampingku
Eratkan genggaman tanganmu dan tanganku
Biar risaumu juga bisa kurasakan

Kemarilah, Nak,
Kita lihat bersama mimpimu di atas sana
Teriring bait-bait doa yang kita panjatkan
Semoga Tuhan mencatat cita-citamu di buku takdir-Nya

Dengarlah, Nak,
Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu
Kau telah memberikan satu hari istimewa dalam hidupku
Hari indah yang tak akan pernah aku lupa
Hari di mana kau memanggilku "ibu guru"
Setiap tingkah polahmu adalah pelajaran berharga bagiku
Aku bahagia bisa menjadi bagian dari hidupmu walau secuil

Kamu, aku, dan hari itu akan menjadi sejarah berharga, Anakku. 

Lihat wajah polos mereka :) (Foto by Mas Arkham)

8 komentar:

  1. Siiip hepinya berada diantara cerianya siswa2 #ingatmasamengajardulu#

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah seneng nih, Mbak :)
      Masih kebayang-bayang pas hari H *duileee

      Hapus
  2. duhai Bu Guru yang baik nan bijak
    ananda kira ibu terpaut pada siapa
    alangkah kagetnya ananda ini
    begitu tau, ibu sungguh merindukan kami...
    salam sayang padamu ibu
    dari anak2 si mister .... yg menunggumu penuh harap
    *langsung disawat buku saktoko

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha eman-eman bukune laaah. Mending tak pajang tjantek :p
      Aku baru sadar itu di bait pertama. Hiks. Genggong pasti ngerti. Tapi maksudnya ndak demikian loh.

      Eh, anaknya si mister? Mister siapa yah kok aku nggak kenal? *flat face*

      Hapus
  3. Bu guru canik loh,, heeee
    itu puisi bikinan sendiri ya bu? keren asli

    BalasHapus
  4. niiceeee....selalu menginspirasi yaaaa..

    BalasHapus