Kamis, 20 November 2014

Merentas Rindu

Pagi itu sengaja aku mengunjungimu kembali
Setelah tiga puluh enam hari lalu kita berjumpa
Ada rindu
Ada haru
Ada kepingan yang tiba-tiba berputar
Semua menyeruak begitu saja
Tanpa bisa dicegah
Juga tanpa diminta

Kulihat kau berbisik-bisik
Menunjuk tentengan yang kubawa
Bahkan kau sempat mengintip di balik pintu
Konsentrasimu pecah begitu saja
Apa kau juga rindu, Nak?
Rindukah kau pada guru seharimu ini?
Masih ingatkah denganku?

Pagi itu aku dapat memelukmu kembali
Mencurahkan segenap rindu yang telah diambang batas
Bercakap dan tertawa lepas
Dan pagi itu pula rinduku selama tiga puluh enam hari terbayar tuntas
Tapi aku yakin rindu ini akan kembali bersemi
Menghadirkan tunas-tunas rindu yang lain
Jangan khawatir, Nak!

Berat kakiku melangkah keluar, Nak
Aku masih ingin di sini
Aku masih ingin memeluk tubuh mungilmu
Bermain dan bercanda bersamamu
Seperti dua puluh lima september lalu
Tapi biarlah, biarlah rindu ini terus ada
Agar aku punya alasan menemuimu

Akan kusirami rindu ini agar terus bersemi dan tumbuh subur
Akan kurawat sampai waktunya tiba
Aku berjumpa denganmu kembali, Nak!

2 komentar: