Senin, 22 Desember 2014

Ini Dia Sosok "Emak"



Banyak orang inspiratif di sekitar saya. Tapi kali ini ijinkan saya menceritakan sesosok wanita tangguh. Emak dari dua anak yang lucu nun menggemaskan. Namanya Dewi Rieka Kustiantari. Biasa dipanggil “Dedew”. Penulis legendaris “Anak Kos Dodol The Series”.

Bermula dari ngefans, sejak itulah saya penasaran. Gimana sih bentuk, eh sosok penulis kocak ini? Alhamdulillah sekitar 2011 saya dikenalkan seorang teman dengan Mbak Dedew. Oho, so pasti udah norak-norak bergembira ria donk. Namanya juga jumpa sama penulis favorit. Haha. Nggak perlu diceritain deh, ntar pada muntah :D

 
Kopdar pertama :)
Berawal dari sering kopdar dan bareng ke mana-mana membuat kami akrab. Jangan ditanya kalau lagi ngobrol. Mulai dari hal sepele sampai yang bikin jidat berkerut nggak luput dari ketikan jempol imut ini. Terkadang saya sampai takjub dan nggak percaya bahwa kami bisa ngobrol sebebas ini. Nggak ada batasan bahwa dia penulis senior dan saya seseorang yang belajar menulis.


Mengapa saya menobatkan dia sebagai sosok emak bagi saya? Yup. Obrolan ringan itu selalu penuh nasehat tanpa nada “menasehati”. Dialah sosok yang mendukung sepenuhnya saya mengumpulkan buku walau sedikit demi sedikit. Mengajarkan saya pentingnya sebuah buku. “Buku itu investasi masa depan. Enggak akan rugi kalau kamu membelinya”. Ini bukan dalam rangka saya dirayu buat ikut arisan loh.

Seringkali saya dicolek buat ikutan investasi, mulai dari emas sampai tabungan jangka panjang. Dan yes, saya terjerumus! Haha. Terjerumus ke hal yang baik nggak mengapa kan? Suatu kali saat kami lagi galau pengen dolan dan udah membahas tetek bengek tiba-tiba merembet ke investasi. Dan ada inbox masuk yang berbunyi “Taro, investasi dulu, baru nabung buat traveling”

Sesederhana itulah perhatiannya. Tanpa pernah berucap banyak. Saya mulai mengerti bagaimana mendidik anak, berinvestasi, membagi waktu untuk bekerja serabutan. Kecintaannya pada buku telah sukses menurun pada dua krucil, Alde dan Nai. Dua bocah yang akan berkedip-kedip gembira saat diajak jalan ke toko buku atau pesta buku. Kemampuannya membagi waktu sebagai pekerja serabutan udah nggak diragukan lagi. Saya terkadang heran loh, di sela-sela nulis, masih sempat buka lapak online mulai dari buku dan lain sebagainya. Saya pernah nyeletuk “Emak kebanyakan sampingan. Coba deh fokus dulu ke naskahnya”. Jawabannya nggak perlu saya jabarkan. Semua cukup membuat saya sadar. Mungkin jika saya berada di posisinya juga melakukan hal yang sama. 

Emak pemimpi yang tak pernah lelah merajut asa. Korwil kece yang selalu mensupport anggotanya di IIDN Semarang tanpa pernah membedakan satu sama lain. Emak yang telah menjerumuskan saya ke berbagai lubang kebaikan hingga sekarang. Emak doyan dolan. Soulmate menyusuri kota demi kota, pulau ke pulau dan semoga bisa ke negara tetangga. Emak yang tak lelah untuk belajar, apapun itu. Emak yang pernah berpesan kepada saya bahwa jika kita tekun dan bersungguh-sungguh akan selalu membuahkan hasil walau tak seketika.

Emak, memang seharusnya saya memanggilmu “kakak”. Tapi hari ini, ijinkan saya menobatkanmu sebagai emak. You’re a best mom for your family and me! Love you always!


10 komentar:

  1. Huwaaaa...tulisanmu bikin speechless Tarooo...
    Dia emang emak kita ya, suka kasih nasihat tanpa terkesan menggurui :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup! Setuju toh mbak Wati? :)

      Sosok pemimpin terkece di jagat peradaban :)

      Hapus
  2. and..i'm crying..thank you taro telah menemaniku di masa lapang dan sempit, mba watii and semua grup narsis..i heart you all..*jadi cengeng inii..sniff..sniff..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hugs hugs hugs...keep fighting, Emak. Aku akan selalu mendukungmu sepenuh hatiii ^_^

      Hapus
  3. hihi itu alde masih bayi yaaa..ya ampuuun...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyak ini Alde jaman bayi. Sekarang udah kenal sama tantenyaa :)

      Hapus
  4. Emak yang "menjerumuskan" ke berbagai lubang kebaikan. Salut bangeeetttt...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Tapi yang dijerumuskan agak bandel, Pak :)

      Hapus
  5. Duh, saya jadi terharu bacanya, Dik :)

    Iya, Dedew memang keren. Produktifnya luar biasa. Punya anak dua tapi rajin sekali menuliskan apa saja di buku dan blognya.

    Saya jadi malu menilai diri sendiri, hiks...

    Cambuk banget untuk saya :)

    Alhamdulillah dipertemukan dengan KEB (diundang banyak teman, tapi baru tertarik bergabung tahun lalu dan aktif sebulan terakhir).

    Tapi Alhamdulillah semangat jadi mencuat kembali :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Semoga makin produktif ya, Mbak :)))

      Ditunggu karya-karyanyaa :*

      Hapus