Senin, 15 Desember 2014

Muri Handayani : Berbisnis Tak Lupa Berbagi

“Tar, sekarang punya sampingan apa?”

“Woy, lama nggak pernah ketemu. Makin cemerlang aja nih karirnya. Ajak-ajak donk kalau ada bisnis”

“Gabung bisnisku, yuk. Ntar dapat komisi sekian...bla bla..bla”

Kurang lebih begitulah sambutan kawan SMP, SMK bahkan kawan kuliah kala berjumpa dengan saya. Entah itu bertemu saat reuni ataupun say hello di dunia maya. Setelah sekian lama merantau, terkadang saya mengalami pasang surut. Ada kalanya saya merasa jenuh, ada kalanya saya merasa bersemangat dengan pekerjaan. Mencoba beberapa bisnis telah saya lakoni. Tapi saya kembali mental.

Sekali waktu saya pernah berjualan pakaian di rumah. Tapi hanya berlangsung tak lebih dari tiga bulan. Selebihnya mandek. Bukan sekali dua kali saya ikut beberapa bisnis online. Bahkan hingga merogoh kocek yang tak sedikit. Tapi nyatanya kembali lagi saya nggak kuat. Saya memilih kembali menggantungkan hidup pada “gaji bulanan”. Lalu, saat melihat beberapa teman yang sukses berbisnis, entah online atau offline, saya cuma bisa mbatin “kapan aku bisa seperti mereka” atau “sampai kapan saya harus bergantung pada gaji, sedangkan perusahaan bisa berhenti sewaktu-waktu”

Saya gamang! Antara ingin tetap menjadi orang kantoran dan sebuah bisnis atau menjadi orang rumahan dan sebuah bisnis.

Beberapa waktu lalu, seorang sahabat mencolek saya. Saya disuruh membaca blog seorang pebisnis pakaian dalam muslimah bermerk RaZha. Jujur saja saya belum pernah mendengar merk itu sebelumnya. Padahal pemasaran RaZha sudah sampai ke luar negeri seperti Amerika, Australia, Philipina, Hongkong, Brunei, Singapura, Malaysia dan beberapa negara lain. Duh, malunya aku. Keliatan banget kalau nggak update terhadap masalah fashion. Haha.
Muri Handayani
Dari blog inilah saya mulai sadar, bahwa sebuah bisnis dibangun bukan tanpa sebuah perjuangan. Dengan prinsip mengajak sukses bersama, Muri Handayani selalu menggandeng banyak wanita dalam setiap kegiatannya. Muri Handayani, ibu muda ini memiliki slogan untuk bisnisnya yaitu “We Love To Share”. Slogan ini memiliki arti bahwa sebuah bisnis tak melulu untuk memperoleh keuntungan semata tapi juga memiliki prinsip untuk berbagi. Nggak heran hingga sekarang hampir 500 lebih agen dan distributor baik di dalam negeri maupun mancanegara. Wow! Amazing!

Kiprah ibu muda ini tak hanya sampai di sini. Masih dengan misinya untuk membantu wanita untuk berdaya guna walaupun tak menjadi wanita karir, Muri Handayani mendirikan “Sekolah Bisnis Online” atau sering disebut SBO dengan tagline “Gaptek Hilang, Rejeki Datang” pada tahun 2013.

Sekolah Bisnis Online ini diadakan 2 kali dalam seminggu, setiap hari Rabu dan Senin. Untuk waktu dari pukul hanya dua jam dari pukul 20.00 – 22.00. ruang kelasnya berupa grup facebook. Asik banget kan? Daripada hanya selancaran di dunia maya nggak jelas, mending merengguk ilmu, bukan? Alumni SBO udah ratusan loh.

Di Sekolah Bisnis Online ini diajarkan berbagai macam ilmu seperti bagaimana mengoptimalkan media sosial, pemasaran, branding, sistem agen, strategi target penjualan,  service excellent, sistem pembayaran, foto, pengiriman, pengemasan, penentuan harga jual dan waspada akan penipuan. Wah, komplit banget ya. Secara kadang kita nggak sadar akan hal remeh temeh seperti foto atau kemasan yang menarik.

Baru-baru ini, Muri juga meluncurkan buku keduanya yang berjudul “Action Plan”. Buku ini bukan bacaan, merupakan sebuah buku perencanaan selama satu tahun ke depan. Wow. Mungkin mirip kalau kita bikin buku resolusi kali, ya? Hihi hanya saja buku resolusi enggak detil. Buku ini dilengkapi dengan pensil untuk menuliskan rencana-rencana kita.

Di dalam standing book ini terperinci mulai dari annual activities, ini merupakan catatan untuk rencana kita satu tahun ke depan dari Januari – Desember. Ada juga halaman annual achievement, ini bisa digunakan untuk hobby atau rencana pencapaian apa. Dibreakdown lagi per bulan agar lebih detil dan jelas pencapaian dalam sebulan. Ada juga kolom-kolom untuk menulis bagaimana cara mencapai target.

Dan yang paling penting adalah have to do. Apa yang akan kita lakukan esok hari dituliskan di sini. Bisa dilakukan di sore hari atau menjelang tidur. Kita bisa centang atau memberi tanda lain jika sudah tercapai atau selesai targetnya. Kita bisa menghapus dan mengganti dengan target-target baru untuk besoknya. Begitu seterusnya setiap bulan hingga setahun kedepan. Hingga nanti bisa jadi evaluasi dari bulan ke bulan.

Diharapkan dengan adanya buku ini bisa membantu pencapaian dari target yang telah ditetapkan. Dan juga bisa membantu evaluasi selama setahun ke depan, apakah bisnisnya gulung tikar, sesuai target atau bahkan melampaui.

Nah, tertarik untuk memiliki buku ini? gampang kok. Buku ini dijual secara online dengan sistem reseller. Untuk harga reseller dipatok 70 ribu rupiah dan ada hadiah umroh jika berhasil melampaui target penjualan. Sedangkan untuk harga retail, buku ini dijual seharga 120 ribu rupiah.

Bagaimana? Tertarik?


4 komentar:

  1. keren yaa mba muri, semoga bisa ngikuti jejak suksesnya..fokus..fokus..hihihi *jitak myself

    BalasHapus
  2. Trus Tari udah mulai bisnis apaan? Ikutan dong :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha bisnis mengkhayal boleh kagak yeees? Dakuw mau belajar pada dirimu :)

      Hapus