Minggu, 01 Februari 2015

Kamu, Mau Jadi Penulis Apa?

“Nggak usah ikut-ikutan sana sini. Jujurlah pada diri sendiri. Ingin seperti apa tulisan kita dan ingin menulis tentang apa?” ujar Cece Dian Kristiani bersemangat.

Beliau bintang tamu di kopdar gabungan PBA dan IIDN Semarang 01 Januari 2015 lalu. Sudah menjadi kebiasaan IIDN Semarang tiap kali para penulis mudik pasti akan diseret buat kopdar. Cece Dian dan Mbak Fita adalah dua orang yang selalu kami santroni. Hihi. Kami kan orang-orang yang haus akan ilmu

Berhubung Cece seorang master di PBA, kami sepakat kopdar kali ini digabung. Selain dapat ilmu juga nambah temen baru kan? Membuka tahun 2015 dengan semangat nyucup ilmu “menulis cerita anak” grates! Nggak berbayar, jam tak terbatas dan yang pasti boleh bertanya tentang apapun. Cece akan menjawab semua pertanyaan dengan senang hati dan blak-blakan. Bagi yang nggak dateng rugi deh *biar pada iri :p

“Fokuslah pada apa yang bener-bener diminati. Jangan si A sukses dari ngeblog, terus ikut heboh ngeblog. Si B buku anaknya mbrudul, buru-buru mlipir ke buku anak. Si C bolak balik tembus media, ngiler seember. Si D pecah telor novel berkali-kali, ikut penasaran nyoba bikin novel,” Cece melanjutkan dengan gayanya yang khas. Ceplas ceplos. Tanpa tedeng aling-aling sama sekali.

Dziiiiing! Pranggg! Braaakk!

Berasa dapat gamparan paling keras. Menohok. Aku yang duduk di belakang mengangguk setuju. Mengamini dengan takdzim semua perkataan Cece. Tanpa diminta aku bertanya pada diriku sendiri “aku mau jadi apa?”

Ingatanku langsung melayang pada masa kecil. Dulu semasa masih duduk di jenjang SD dan SMP seringkali ditanya guru tentang cita-cita, tentang harapan, tentang masa depan. Rata-rata jawaban kami sederhana, tak muluk-muluk dan khas anak-anak. Ingin jadi guru, pegawai bank, pegawai kantoran, pilot, tentara, marinir, polisi dan sederet cita-cita lain.

Cita-citaku menjadi orang kantoran terwujud di usia masih muda, 19 tahun. Di saat orang-orang masih sibuk dengan kuliah dan cari kerja, aku udah duduk manis berstatus pegawai. Hingga lambat laun segala rutinitas kerja-kuliah-kerja-kuliah membalikkanku pada sebuah fakta tentang kebosanan. Walau aku selalu menghipnotis diriku sendiri dengan mantra “cintai pekerjaanmu, lakukan dengan ikhlas, maka segalanya akan terasa mudah”. Sebuah mantra yang aku rapalkan tiap pagi dengan sejuta harap. Mantra penghibur yang ampuh kala aku sudah jatuh pada titik jenuh.

Alih-alih mencari udara segar alias kesibukan lain, justru aku terjerumus pada dunia tulis menulis. Terjerumus atau menjerumuskan diri? Haha. Walau sejak kecil hobi nulis diary tapi tak pernah terbersit sedikitpun untuk menjadi seorang penulis. Mungkin lebih tepatnya enggak tahu kali, ya? Haha. Katanya orang yang suka menulis sudah pasti suka baca. Ya, aku setuju dengan statement itu. Kebiasaan membaca sudah dipupuk sebelum aku masuk ke SD. Dengan bacaan seadanya aku mulai mengenal huruf dan angka. Hingga saat masuk SD aku sudah mahir baca tulis daripada teman-teman lain. Kebiasaan membaca itu berlanjut pada hobi nongkrong di perpustakaan hingga SMA. Baik perpustakaan sekolah maupun daerah. Jadi jangan heran kalau sekarang aku lebih seneng nongkrong di toko buku berjam-jam dibandingkan mall. Enggak usah protes kalau suka nenteng sampai miring-miring abis borong diskonan :D

“Mau jadi penulis apa, Tar?”

Sebuah pertanyaan yang nggak bisa aku jawab sekarang. Mungkin nanti akan tahu sendiri jawabannya apa tanpa harus aku menjawab. Semoga. Jujur aku juga masih sering berdialog dengan diriku sendiri. Diskusi panjang yang terkadang bikin ngakak guling-guling dan senyum kek orang gila. Cerita anak, komedi, dewasa, remaja, horor, traveling ataukah tulisan lain?

“Belajar itu sambil jalan tapi jangan dicampur. Pilih salah satu dulu. Fokus dan hasilkan. Nanti hal lain akan mengikuti,” tandas Cece mantap.

Sebagai penulis buku anak yang nggak diragukan lagi keeksisannya, Cece juga sudah menghasilkan novel romance loh. Tapi tetep dengan stylenya yang kocak bin koplak. Seperti dua buku yang nggak bosan aku baca “Buying Office Girl” dan “Laugh of Laugh”

Kata Cece nantinya seiring berjalan waktu akan ketahuan di mana passion tulisan kita. Kayak beliau yang sekarang mendalami cerita anak. Tapi nggak menutup kemungkinan menulis yang lain.

“Menghasilkan sesuatu dari hobi itu penting!” seru Cece antusias. Kamu, Mau Jadi Penulis Apa?

IIDN Semarang & PBA, rukuuuunn ^^


Salam,

@tarie_tar

28 komentar:

  1. Tularkan virus semangat menulismu ke aku mbak Tari...

    BalasHapus
  2. Plaakkk... berasa efek domino tuh tamparannya *lebay

    Aku nulis blog dulu deh, sambil tetep nerusin calon buku solo. Impian wajib dikejar sampe ke negeri tetangga ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semangat yaa, Mbak. Enggak bosan terus menyemangati satu sama lain *ketjup

      Hapus
  3. Masih tetep istiqamah pengen jadi travel writer meskipun kadang penasaran pengen nyoba nulis cerita anak yg sampe hari ini belum berhasil bikin yg apik :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tetep istiqomah ya, Mak. Semoga dimudahkan segala usahanya :)
      Mari sama-sama belajar yuk ^^

      Hapus
  4. aku mau jadi emak2 narsis aja ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan aku selalu nangkring di sampingmu :)

      Hapus
  5. Aku mau jadi penulis yang baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong aja ahh... ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tabungan udah banyak buat plesiran ya, Mbak :)

      Hapus
  6. Akhir-akhir ini sering baca tulisan orang tentang fokus, euy. Kayaknya mengingatkan diriku yang mulai ndak fokus, nih... hehe. ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat kakaaaakk! Mbak ira mah fokus. Aku nih yang kelewatan fokusnyaa :D

      Hapus
  7. Aku masih jadi blogger gado-gado...hahaha

    BalasHapus
  8. Iye saya ngiri gak bisa ikutan, puas puas? *nangis di pojokan
    btw...rencanaku tahun ini penuh outline buku berbagai genre neh, gimana dooong

    BalasHapus
  9. dan akuuu....? jadi penulis status aja dulu... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha sama deh yaaa. Aku penulis status geje :D

      Hapus
  10. Sering memikirkan berulang-ulang dan masih belum menemukan jawabannya. Wong ya baru mencoba nulis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama lah yaaa. Sukanya galau ikut sana sini :D

      Hapus
  11. menuliskan apa yang ada dipikiran
    itu lah aku .. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi pokoke yang pengen ditulis, ditulis aja ya, Mak :D

      Hapus
  12. Ikutan mikir, mungkin fokus di komik dulu kali yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komikmu wis nduwe brandiiing keles. Lanjutkan

      Hapus
  13. mendadak pengen jadi penulis picture book haha...belum move on dari lembang..thn ini masih lanjut seriusin blog..nulis buku, lapak..halah maruk..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah marukeee kae looooooh. Ntar kagak kebagian yang lainnya keles :p

      Hapus
  14. Dalem, kakak. Dalem. Sekarang aku lagi mikir, apa tujuanku buat nulis :'(

    @dhiacitrahayi

    BalasHapus