Jumat, 06 Maret 2015

Secuil Cerita di Technical Meeting Kelas Inspirasi Yogyakarta #3




Urusan dateng ke acara briefing ini enggak mulus begitu aja loh. Ada bumbu di tiap jangkah perjalanannya *halah. Semarang – Jogja enggak bisa dibilang jauh tapi enggak juga bisa dibilang deket. Adilnya tengah-tengah aja deh ya? *salim :D


Saat pengumuman aku udah minder duluan. Ini jujur loh. Enggak bohong. Iseng melototin 250 relawan pengajar sama temen kantor dan hanya bisa mlongo. Wow banget deh, profesinya kece badai semua. Terharu juga bisa nyempil di antara mereka.


Setelah memperhitungkan jarak dan waktu, akhirnya aku berangkat sabtu siang ke Yogyakarta. Nebeng di kosan sodara di daerah Maguwoharjo. Sedangkan temen kantorku, Mbak Ochim, datang minggu pagi. Berangkat sabtu malam usai kondangan dari Jakarta. Salut sama si Mbak satu ini, pulang ke rumah cuma sak nyuk. Bablas ke Yogya demi briefing :)

Sabtu siang udah ada SMS cinta dari fasil. Terharu lagi si fasil ini begitu baik. Nanyain akomodasi dan lain sebagainya. Dan tadaaa....ternyata beliau dulu pernah ikut Kelas Inspirasi Semarang. Yang begitu mengejutkan, ternyata Mbak Karin ini sahabatnya Mbak Fajar. Kok aku tahu? Dapat bocoran dari Mbak Fajar soalnya. Hihihi. Dulu pas Kelas Inspirasi Semarang satu kelompok sama Mbak Fajar. Salah satu orang paling kami sayang dan rindukan keberadaannya sampai sekarang *mendadak mellow


Menurut undangan, briefing dimulai jam 8 pagi. Bertempat di Pendopo Tamansiswa. Tapi aku dan Mbak Ochim baru berangkat setengah delapan. Di luar prediksi, ternyata Maguwoharjo ke Pendopo Tamansiswa itu jauuuh, Dab! Alhasil kami telat deh. Sempet malu sih tapi yasudahlah masak jauh-jauh mau balik kanan maju jalan. Kami sempat kebablasan juga. Hahaha. Ternyata halte trans lumayan jauh  sama pendoponya. Pas liat ada rame-rame dan didominasi warna orange-putih dengan norak aku berteriak, “Mbak Ochim, itu kan tempat briefingnya. Yak, kita kebablasan!” 


Gegara telat, kami berdua duduk manis paling belakang. Gagal deh duduk di depan dan dapat tempat buat nampang narsis *eh. Maksudnya buat menyimak dengan serius donk ya. Kalau ntar nongol tampangnya itu bonus *halah.
 

Antusias relawan terasa luar biasa. Enggak nyangka aku bisa hadir di tengah-tengah mereka. Menyimak acara demi acara membuatku merinding. Banyak relawan yang telah ikut Kelas Inspirasi lebih dari sekali. Sama seperti pertanyaanku yang dulu, apa sih yang mereka cari? Dan lagi-lagi aku ingat ucapan seorang kawan. Hingga sadar sendiri, bahwa aku melakukan hal yang sama. Ini kali keduanya aku ikut Kelas Inspirasi. Lalu apa yang aku cari? Sebuah pertanyaan yang aku sendiri tak mampu untuk menjawabnya. Susah untuk dijabarkan.

Potonya cuantiiiikkk ^^ (Foto Kredit Twitter KI Yogya)


Banyak yang bilang kalau Kelas Inspirasi itu bikin nagih, gagal move on, jatuh cinta, dan yang pasti “ngangeni”. Bertemu orang-orang semisi dan sevisi memang membawa bara semangat yang berbeda. Serasa ada satu kesatuan dan ikatan batin yang nggak bisa dibohongi. Wajah polos nun menggemaskan seringkali membuat hati mencelos. Tubuh mungil dalam balutan pakaian sederhana. Senyum lebar dengan gigi tanggal. Derai tawa yang begitu renyah di telinga. Itulah yang sering membuat rindu. Rindu untuk kembali. Rindu untuk memeluk dan memberi dekapan hangat pada mereka. Ngaku deh. Yang udah pernah ikut Kelas Inspirasi, pengen nyoba daerah lain nggak? Yang belum pernah, penasaran pengen nyoba nggak?


Dulu, entah dapat wangsit atau kesambet dari mana aku pernah menulis sebuah quote begini :


"Saat kita menganggap komunitas sebagai sebuah rumah, saat itulah ada rasa memiliki. Dari rasa itu akan terdorong untuk kembali. Kembali ke rumah tanpa pernah ingin pergi"


Kelas Inspirasi memang bukanlah sebuah komunitas. Tapi bagiku Kelas Inspirasi membuatkan rumah  bagi para relawan. Rumah untuk singgah, juga rumah untuk kembali. Walaupun rumah itu seringkali terbentang jarak. Tetapi ikatan rindu yang menyatu membuat terasa dekat. Di setiap rumah akan ada keluarga baru yang siap menerima. Suka duka tawa canda berbaur jadi satu. Keluarga yang siap memeluk dalam segala rasa. Keluarga yang selalu memberi penawar kala dahaga tiba. 


Bukan lagi ukuran jarak. Bukan lagi urusan waktu. Ketika hati ini sudah terpaut, sejauh apapun itu kaki ini akan terus melangkah. Menebar sedikit jaring inspirasi, menemukan keluarga baru. Walau pada akhirnya justru inspirasi yang didapat.


Yogya siang itu diguyur hujan walau sebentar. Tapi hujan tak mampu menepis semangat para relawan. Wajah-wajah bahagia, senyum optimis, antusiasme relawan membuat bulu kudukku meremang. Siang itu aku disadarkan akan satu hal. Kami berada di pendopo mempunyai satu tujuan yang sama. Kami disatukan pada dua kata “menebar inspirasi”.


Aku yakin semua relawan sudah siap lahir batin menyambut Hari Inspirasi nanti. Tantangan mengisi essay yang bikin mabok dan merenung (bagiku) saja mampu terlewati dengan baik. Hari Inspirasi nanti pastinya juga telah digodok dengan baik. Walau persiapan dalam waktu yang bisa terbilang mepet, hanya dua minggu. Menyelipkankan segala persiapan ditengah rutinitas menjadi tantangan tersendiri.


Pernah terbersit ingin mundur? Stress menyiapkan segala ubo rampenya? Aku cukuplah mengingat bahwa banyak orang yang belum berkesempatan menjadi bagian dari Kelas Inspirasi. Mereka ingin tapi ternyata Tuhan belum mengijinkan. Sedangkan aku yang telah diberi kesempatan emas sayang kalau dilepaskan. Kalau dilepas berarti aku telah menutup kesempatan relawan lain.


Pada keluarga baruku Kelas Inspirasi Yogyakarta #3, tabahkan hati ada relawan yang lebaynya nggak ketulungan ini ya. Seperti postingan sebelumnya, ini hanya sekadar untuk merekam jejak. Sekedar kenang-kenangan sederhana. Jika foto dibingkai dalam frame yang cantik, pengalaman bisa diabadikan dalam sebuah tulisan. 


Teruntuk kelompokku yang kece badai, tersanjung telah menjadi bagian dari kalian. Semangat kalian sungguh luar biasa. Siang malam email dan whatsapp selalu rame. Tabahkan hati juga kalau banyak obrolan random. Kalian telah membuat dua minggu ini lebih sekedar berwarna. Juga fasil kece badai yang semangatnya nggak pernah abis. Heran :D

Sekian dulu cerita randomnya. Enggak mau kalah sama sinetron, cerita tentang Kelas Inspirasi Yogyakarta #3 ini dinyatakan "BERSAMBUNG!"

Salam,

@tarie_tar


19 komentar:

  1. Memang semangat dalam diri dipengaruhi lingkungan. ikutan kelas kelas seperti ini bikin kita terus semangat. Terkadang muncul ide. bener bener menginspirasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, Mak. Bener banget. Semangat mereka itu yang nggak pernah mati. Bikin kita terus semangat juga :)

      Hapus
  2. Baca ini serasa ikut kelas inspirasi beneran Mak. I'm a newbie, belum pernah ikut kelas inspirasi. Seneng sekali bisa bca ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanti nyoba ikut ya, Mak. Semoga ketagihan, aku doain :)

      Hapus
  3. Aku pas briefing gak foto2, masih malu hahaha, sekarang nyesel deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bahahahaha ntar kalau ada KI Palembang lagi jangan lupa "poto"! Ini wajib loh hukumnyaaahhh :)

      Hapus
  4. Inshaa Allah ntar endingnya gini..dan gara-gara KI ini, dakuw menemukan..uhuk..uhuk...mlipir dulu ya urusin bocah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. uhuk uhuuukk... tiba2 batpil hebat

      Hapus
    2. Emak berdua ini emang perlu dicekokin obat batuk deeeehhh :)))))
      Hahahaha ngga ngga ngga kukuuuuu :p

      Hapus
  5. Semangat Taroo, mumpung masih lajang melanglang buana kemana-mana. Kalo udah ga lajang tetep bisa melanglang buana siih tapi pertimbangannya akan lebih banyak, kayak akyuu ini *balada ngeblog berhadiah Singapur :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buahahaa...hidup Singapur :p

      Hapus
    2. Hahaha tapi emak-emak sing bawa baby ki keren je. Ngembol rempong masih bisa bawa tepak :p *kaboorrrrr

      Kalau blogger singapur mah enakan pocer indom*** ya momi Uniek :p

      Hapus
  6. Setuju kata mak Dew : Inshaa Allah ntar endingnya gini..dan gara-gara KI ini, dakuw menemukan..uhuk..uhuk...

    Ssalutttt untuk kamu.....tetap semangattt Tarooo....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha huussshh huusssshhh hussshhh itu hanya untuk konsumsi genk narsis donk. Yang lain harap mlipir wkwkwk :p
      tapi tak aamiini wae deh :D :D *lhoo

      Hapus
  7. Semoga makin menginspirasi mak...
    salam kenal..

    BalasHapus
  8. Hebat, sukses buat KI-nya.

    BalasHapus
  9. wah ikut KI jg?
    salam kenal aku dari KI bandung, bru februari kemaren eksekusinya :D
    ga bakal nyesyeeeellll pokoke sueruuuu bet dah :D

    ini ceritaku ttg KI Bandung 3 DI SINI

    BalasHapus
  10. Kelas Inspirasi memang seru ya. Pingin ikutan lagi deh :)

    BalasHapus