Rabu, 01 Juli 2015

Investor yang Berawal dari Penjual Gambar Tempel Bertali

Siapa mengira, anak laki-laki yang dahulu pernah menjual gambar tempel bertali, menyewakan buku kepada teman-temannya, supir antar jemput anak sekolah dasar, dan kru service dan delivery service di restoran fast food, demi mendapatkan uang jajan itu, kini justru menjadi financial engineering dan consulting.

Aldi Ferdian mengawali karir dengan bekerja di bidang event organizer, kemudian pindah ke kafe sebagai supervisor entertainment. Dunia musik yang membuatnya harus mengurusi banyak band dan entertainment. Sebut saja Dewa, Titi Dj, The Groove, /Rif, hingga Peterpan yang launching album perdananya di tempat Aldi bekerja.



Jenuh dengan dunia hiburan, Aldi memberanikan diri membuka toko komputer yang saat itu ternyata hanya untung Rp 50.000. Pria kelahiran Bandung ini, memutar otak bagaimana menjual komputer-komputernya. Tapi justru mendapatkan tawaran menjadi marketing bank. “Saya sampai keluar masuk pasar untuk cari klien, menawarkan produk. Pake dasi, baju rapi, blusukan masuk pasar, hahaha,” kisahnya. Akhirnya, jerih payahnya membuahkan hasil. Aldi mendapatkan kesempatan bekerja bahkan di beberapa bank secara bergantian.

Tidak puas hanya menjadi karyawan, Aldi dan partner mendirikan rumah produksi yang bernama Vizwerk. Setelah perusahaannya berkembang, Aldi pun membuka koperasi dana usaha bagi karyawannya, hingga memberikan suntikan dana ke yayasan untuk membangun asrama bagi siswanya.

Saat tahun 2013, Aldi mulai mendapatkan tawaran menjadi investor untuk proyek sumur minyak. Berikutnya mendanai perusahaan Grinta (milik karyawan Vizwerk), Kingkong Jasa Media, Kampung n’De, Danus, Fox One Media Pratama, Individwa, Dwa Cipta, dan lain-lain. Semua perusahaan tersebut berada di bawah payung Cakradhara Group miliknya.

Bagi Aldi, “Seluruh pekerjaan harus dilakukan atas dasar suka dan senang agar kita akan lupa bahwa sedang bekerja. Yang ada adalah totalitas raga dan rasa dalam mewujudkan mimpi kita masing-masing. Dan akhirnya, yang kita perjuangkan bukan uang, melainkan kepuasan. Karena bagi saya, uang akan mengikuti dengan sendirinya,” pungkasnya.

18 komentar:

  1. Keren ya. Memang perlu totaitas kalau hasilnya mau total *ambil kaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget kerennya. Enggak nanggung dah :)

      Hapus
  2. Uang akan mengikuti dengan sendirinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Enggak perlu diburu-buru :)

      Hapus
  3. Bener banget ituu ya, segala sesuatu klo dilakukan dg cinta dan total, pasti materi mah mengikutiik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali. Ngga semua bisa dinilai dengan materi :)

      Hapus
  4. woww...ajakin KI tarooo..apa udah mendaftar beliau? hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha belom ngajakin. Next KI ajalah ya :)

      Hapus
  5. Fokus, kata sederhana bahkan sangat membosankan bila didengar terus2an. Tapi kalau benar2 dikerjakan, hasilnya bakalan luarbiasa. Oh ya Allah, aku ingin fokus, fokus...! ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat makpon! Betul sekali kadang bosan dengerinnya tapi kalau dilihat hasilnya luar biasa :)

      Hapus
  6. wow inspiratif sekali ceritanya mbak...memang klo mau sukses butuh kerja keras ya mbak..perlu diconto nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sukses dan kerja keras, dua hal yang harus selalu berdampingan :)

      Hapus
  7. yang begini ini semacam manusia pilihan ya.... sudahlah ganteng, pintar, sukses pulak. Mudah2an sholeh ya dan baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin aamiin aamiin. Mari kita doakan bersama, Mak. Iyup betul nggak semua orang bisa menerima anugerah seperti dia :)

      Hapus
  8. Harus suka dan senang yaaaa kak :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, Kak Cum :) Biar hidup seimbang *ciyeeee

      Hapus
  9. Terima kasih dan sukses buat kita semua.. amin

    BalasHapus