Selasa, 01 September 2015

Email Inspirasi Pagi Itu


Cerita tentang Kelas Inspirasi memang tak akan pernah habis untuk ditulis bagi saya. Sejak kecemplung di Kelas Inspirasi Semarang #1 dan Kelas Inspirasi Yogyakarta #3, rasanya saya belum pernah puas dan selalu ketagihan untuk menceritakannya. Tentang mereka, orang-orang "terpilih" yang menyempatkan waktunya barang sehari. Tentang mereka, anak-anak berwajah polos yang menyambut antusias kedatangan kami. Tentang sekolah yang sederhana, juga sosok para guru di balik mereka. Iya, memang sehari. Tapi rasanya ada kenangan yang susah dihapus begitu saja. Lebay? Mungkin! Biarlah, saya memang lebay dan menye-menye kok kala nulis tentang hal satu ini.

Tahun ini saya banting stir menjadi relawan panitia di Kelas Inspirasi Semarang #2. Ndelalah kok malah dapat amanah sebagai wakil koordinator, menemani anak muda yang begitu bersemangat, Indriy Gilang. Oke, bagi saya ini sebuah kehormatan. Perjalanan saya menjadi wakil koordinator akan saya tuliskan di lain kesempatan. Khusus dan spesial untuk kenangan yang nggak pernah saya lupa :) *lebay meneh*

Tulisan kali ini tentang tugas saya sebagai fasilitator. Ya, selain  wakil koordinator, saya juga mengemban amanah sebagai fasilitator. Apa tugasnya? Fasilitator ibarat sebuah jembatan. Mereka bertugas menghubungkan relawan dengan panitia, relawan dengan sekolah, sekolah dengan panitia. Dalam tugas kali ini saya berpartner dengan Fibi, salah satu panitia yang membuat saya ketularan ngocol. Padahal aslinya kan saya pendiem *abaikan :p

Bagi saya dan Fibi, tugas ini benar-benar baru. Kami serius mempelajari panduan fasilitator, survey ke SD dan kepoin relawan yang menjadi tim kami nanti. Iya, kepo itu perlu loh. Dari akun sosmednya akan ketahuan bagaimana profil keseharian mereka. Iseng? Enggak. Kurang kerjaan? Enggak. Kepo itu semacam penting nggak penting sih. Setidaknya kita tahu dulu apa background dan akan lebih mudah mengenal mereka.

"Mbak Taro, aku abis kepoin relawan kelompok kita. Pak Hadi Salim udah sepuh banget ternyata," lapor Fibi saat pagi buta kami melancong ke SD.

"Serius?" tanyaku heran.

"Iyak. Kayaknya udah pensiun deh"

"Wow. Keren sekali udah pensiun masih ikut Kelas Inspirasi"

Kami berdua manggut-manggut kagum.

Usia boleh terbilang sepuh, bahkan udah pensiun. Tetapi semangat beliau sungguh menampar saya begitu keras. Saya pernah telpon beliau sekali, terdengar jelas bagaimana semangat dan antusiasnya akan kegiatan ini. Bercerita pengalaman beliau, tanya ini itu, berapa relawan kelompok kami, sekolah di sebelah mana, dan lain-lain. Sama seperti kata-kata di email yang dikirimkan kemarin, saat saya resmi menyandang amanah "fasilitator" di hari ketiga.

Mbak Lestari & Fibi yang ceria, 
Kiriman e-mail sudah saya baca dan saya masukkan file. 
Sudah saya konsep jadwal mengajar di kelompok kita sbgmana terlampir.  
Juga ada Lesson Plan Sheet utk profesi saya.  Yang lainnya bisa menyesuaikan profesi masing-masing.
Mau saya kirim langsung ke masing-masing, tapi ndak ada alamat e-mailnya, kecuali bu dokter gigi yang pernah sama di K.I. Cilegon-1
Semoga bermanfaat.  Selamat Bertugas ... 
BANGUN MIMPI ANAK INDONESIA ........ !!!

Ada perasaan yang begitu sulit saya jelaskan. Tangan saya berhenti menggerakkan mouse saat membaca email tersebut. Ayah Hadi, begitulah kami memanggilnya, bahkan sudah membuat jadwal mengajar dan lesson plan untuk bekal 14 September 2015 nanti. Padahal beliau sendiri baru akan datang weekend menjelang hari Inspirasi. Belum tahu medan, kondisi sekolah, jadwal mengajar, rekan relawan dan ubo rampe lain. Hanya saja bagi saya Ayah Hadi ini lain daripada yang lain. Begitu istimewa.

Ingatan saya melayang saat menjadi relawan pengajar dua kali sebelumnya. Dulu saya sempat mengalami pergumulan hebat. Antara maju dan mundur. Bahkan saya merasa stress sendiri saat menyiapkan bahan ajar. Saya membiarkan bayang-bayang ketakutan menyelimuti diri. Walau pada akhirnya saya tetap maju.

Semangat Ayah Hadi ibarat alarm bagi saya. Beliau membangunkan saya tepat pada waktunya. Mengajak saya untuk bangun dan melangkah demi anak-anak Indonesia. Menggandeng tangan kecil saya untuk merangkul adik-adik di ujung sana. Membuka mata saya lebar-lebar bahwa sekecil langkah apapun itu pasti membawa hasil. Semangat seperti ini mengingatkan saya pada seorang emak yang selalu gagal move on dari Kelas Inspirasi, Donna Imelda (www.donnaimelda.com). Juga teman-teman lain yang telah berkecimpung di lingkaran positif ini.

Memang kita belum pernah bertatap muka. Hanya dari suara dan email, saya bisa merasakan aura semangat yang luar biasa. Semoga apa yang Ayah tebar bisa memberikan inspirasi anak-anak di penjuru negeri. Semoga mereka bisa menjadi penerusmu sebagai Air Traffic Control.

Maka dari itu saya percaya bahwa inspirasilah yang justru didapat dari Kelas Inspirasi ini. Bukan sekadar menginspirasi tapi juga terinspirasi. Inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Entah dari sesama relawan, para guru, juga anak-anak.

Terima kasih, Ayah Hadi.

Selamat Menginspirasi!

Semarang, 01 September 2015

Salam,

@tarie_tar

28 komentar:

  1. Juga alarm bagi diriku yang merindu berbagai inspirasi hidup. Dulu ya, zaman masih langsing, paling sering ikut kegiatan super positif. Bahkan pernah menjadi nominator brand ambasador anak mudah dari Nokia *sombongdikit*, sekarang..... suka tidur dan mbadok.

    Good job Tari, semoga selalu bersemangat menebar inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keliatan sih mbak dulu dirimu tuh femes :)))
      Makanya aku bahagia bisa kenal denganmu lebih dekat *halah* :p

      Aamiin! Tetap menebar jala inspirasi di manapun itu ya, Mbak Zulfa

      Hapus
  2. Salut, udah senior masih mau berbagi pengalaman. Dulu di KI Palembang juga ada. Salut lagi artinya mereka melek teknologi ya, kenal internet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ho'oh salut banget deh. Seneng tiap kali telpon. Berasa dapat asupan semangat yang tak kunjung abis :)

      Hapus
  3. Salut sama Pak Hadi dan salut sama dirimu Taro. Semangat terus ya, untuk menginspirasi anak bangsa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. In shaa Allah. Doain akyuuu yaaa :)

      Hapus
  4. Wowww kita tidak boleh kalah dengan Pak Hadi, semangatnya luar biassaa.
    Salam hormat untuk pak Hadi saat hari Inspirasi nanti.
    Tetap semangat untuk fasilnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi doonk! Harus lebih semangat lagi, lagi dan lagi :)

      Hapus
  5. Terpesona ama ceritamu, enggak nyangka ya ada bapak yg udah pensiunan ikut KI siap menginspirasi banyak orang. Aku juga kagum sama kamu, Taro. Semoga sehat selalu ya, selamat menginspirasi jugaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Ya Rabb. Paling penting emang sehat, Mbak Wati :)
      Iyak, Ayah Hadi selalu bersemangat. Kagum deh pokoknya

      Hapus
  6. Semangat yg seperti ini jangan pernah jadi percik, tapi harus terus menyala. Jangan juga sekedar jadi bara yang tenggelam dalam legam. Salut dengan kegigihan dan semangatmu, Tari. Nice sharing, aku jd banyak belajar juga dr semangat Ayah Hadi. Thanks Tari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mamaaakkk...aku terharu baca komenmu ini. Doakan akyu tetep istiqomah ya, Mak. Bisa menjaga semangat ini :) Sehat dan bahagia selalu untukmu :*

      Hapus
  7. met bertugas pak hadi, taro, indri dan segenap teman-teman KI Semarang 2, berkah yaa, aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suwun ya, Mbak Dedew. Doakan yaaa :)

      Hapus
  8. Wow, inspiratif banget ini namanya.... ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pengen nulis profil beliau nanti di blog. Semoga berkenan :)

      Hapus
  9. salam hormat buat Ayah Hadi, dari emailnya terliat jelas semangat yang membara.
    aku mau ikutan kok galau ya, ga pede neh, apa yang mau kuceritakan pada anak-anak itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ceritakan bidang yang kamu geluti, Mas :)

      Yuk ikutan KI selanjutnya!

      Hapus
  10. Keren ya pak Hadi..semoga anak2 didiknya di KI nanti tertular semangatnya.
    Selamat bertugas untuk para relawa dan panitia KI kalian keereeennn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suwun sanget doanya, Mbak :)

      Iyaaa Ayah Hadi emang luar biasa sekali. Kagum!

      Hapus
  11. Tosss....Tariii iya ketagihan mengajar. Melihat wajah-wajah polos itu sungguh luar biasa semangatnya. Insya Allah saya juga masih mau ngajar nanti di KI Batam ke #5 September ini.

    BalasHapus
  12. Waktu KI Batam #3 kemaren, aku satu kelompok ama seorang dosen senior yang kerja di Malaysia, namanya pak Alpansyah. Beliau rela datang demi ikut hari inspirasi di Batam, abis hari inspirasi langsung balik lagi ke Malaysia.
    Orang-orang seperti pak Alpansyah dan pak Hadi ini yang kadang bikin kita tertampar ya.. mereka yang udah senior gitu masih penuh semangat untuk terus menginspirasi...

    Sukses untuk KI Semarang ya...

    BalasHapus
  13. Waktu KI Batam #3 kemaren, aku satu kelompok ama seorang dosen senior yang kerja di Malaysia, namanya pak Alpansyah. Beliau rela datang demi ikut hari inspirasi di Batam, abis hari inspirasi langsung balik lagi ke Malaysia.
    Orang-orang seperti pak Alpansyah dan pak Hadi ini yang kadang bikin kita tertampar ya.. mereka yang udah senior gitu masih penuh semangat untuk terus menginspirasi...

    Sukses untuk KI Semarang ya...

    BalasHapus
  14. Kagum banget pada orang-orang yang terlibat di KI. Insya Allah semangat memberi mereka jadi inspirasi bagi anak-anak didik agar dalam meraih cita-cita ya Mbak :)

    BalasHapus
  15. gimana kabarnya mbak tari?tulisannya bagus jadi menginspirasi

    BalasHapus
  16. Duh, jadi malu sama diri sendiri :(

    BalasHapus
  17. Yangs epuh2 itu yg makin menggoda yaaa kak #LaluDigampar

    BalasHapus