Senin, 05 Oktober 2015

(Bukan) Piknik Hora Hore

(Bukan) Piknik Hora Hore

“Les, gimana kalau kita pulang pake travel aja? Kasian Ikha barangnya banyak banget gitu,” ujar Mbak Ninik sembari menunjuk gembolan Ikha. Satu koper, ransel dan kardus menempel mesra di tubuh bongsor Ikha.

       Kulayangkan pandangan ke Mbak Dedew sebagai orang tertua dalam rombongan kami. “Gimana, Mbak?”

“Aku manut aja, Taro. Ndak tau seluk beluk kota ini. Mau travel atau bis juga nggak apa-apa, yang penting sampe Semarang”

        Di sinilah awal mula sebuah prahara. Saat itu kami berempat baru landing di Bandara Juanda. Sejatinya kami akan meneruskan perjalanan ke Semarang dengan bus. Toh, jarak antara bandara dan terminal tak begitu jauh. Mungkin efek happy bisa ciblon di laut biru jadi capek lebih menguasai badan. Tanpa pikir panjang kami sepakat pulang menggunakan travel. 

       Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Nyatanya kami berempat kena tipu petugas travel. Keberangkatan kami tertunda beberapa jam. Kami berempat sempet ngebakso ria di agen travel saking laper dan kesel nunggu lama. Usut punya usut ternyata si agen masih nunggu penumpang yang tak tahu jluntrungannya. Alhasil kami baru berangkat usai sholat ashar.
Rupanya kami masih harus menghadapi sang sopir yang enggak tahu jalan. Jreng jreng jreng....glodak! Masak sopir enggak tahu jalan? Yes! Ternyata sang sopir baru beberapa hari kerja di agen tersebut. Ndelalah selama nyopir dia hanya ada trayek Surabaya dan sekitarnya. Jadi Semarang adalah kali pertamanya.  Glek!

Tanpa ba bi bu kami sepakat bagi tugas ronda aka jadi navigator. Enggak enak kan udah capek-capek masih pakek acara kesasar segala? Yups, Surabaya-Semarang harus kami tempuh selama 12 jam. Selama perjalanan tersebut kami bergantian tidur. Sebagai penghilang kantuk kami cerita apapun. Entah soal serunya piknik hore di Lombok, tentang kerjaan, teman dan bahkan gebetan! *ups :p

Lombok, surga para pecinta laut memang harus kami bayar dengan aneka kejadian. Menjadi navigator selama 12 jam nonstop adalah salah satunya. Kapok piknik lagi? Enggak! Justru semakin penasaran dan nagih buat piknik. Beberapa pengalaman piknik ke Lombok jadi ajang tempat belajar. Memberikan kenangan tersendiri.

Cantiknya model dan pemandangannya :D
Piknik memang tak hanya sekedar piknik. Walau sebagian orang sering menganggap piknik itu mahal dan ngabisin duit aja. Hehehe. Padahal nggak harus pergi ke tempat yang jauh loh. Taman kota atau alun-alun bisa menjadi pilihan buat piknik loh. Hal-hal kecil yang terjadi dan ditemui juga memberi warna tersendiri. Warna berbeda dari keseharian yang hanya berada diantara tumpukan berkas, tenggat laporan, dering telpon dan meja kursi. Piknik memberi ruang untuk hati dan otak agar bernafas. Bertemu dengan orang baru dan ngobrol random. Meluruskan otot otak yang mulai keriting. Melemaskan tangan dan punggung yang mulai kaku karena deadline. Juga menghapus sejenak wajah boss menjadi wajah pujaan hati *eh :D

Sudah lama dakuw ditawarin main ke rumah mbak Dedew di Bogor. Seumur gini belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di sana. Katrok banget, kan? Emang! Udah beberapa kali tuh mba Dedew pamer beberapa tempat saat liburan di Bogor. Kedjam banget emang doi :p. Duh, andaikan deket rasanya pengen meloncat ke sono dah *berasa sepelemparan batu aja :p

Walaupun belum tahu kapan bisa terealisasi, enggak ada salahnya mulai dari sekarang nyicil persiapan ke Bogor. Terutama masalah destinasi yang akan digrebek. Hehehe. Sayang kan kalau nggak nemu sesuatu yang unik dan menarik dari piknik ke Bogor? Udah jauh-jauh jadi harus dimaksimalkan :D

Tempat yang bikin ngiler dakuw siang malam yaitu Kebun Raya Bogor, Istana Bogor, Warso Farm dan Kampung Budaya Sidang Barang. Yep. Cukup itu aja yang pengen dikunjungi. Kebun Raya Bogor yang ngehits itu menjadi tempat wajib. Pengen rasanya bisa leyeh-leyeh santai sambil bersenda gurau. Lalu usai itu mampir ke Istana Bogor. Ngapain? Ya naris lah. Enggak cuma narsis doank donk. Tetapi juga belajar sejarah di sana :D

Sebagai penggemar durian kelas menengah, rasanya Warso Farm bisa jadi alternatif. Perkebunan dengan luas 8,5 Ha ini merupakan pelopor agrowisata durian di Indonesia. Lahan seluas itu ditumbuhi 900 pohon durian dengan 19 spesies. Glek! Mauk! Nikmat banget kan bisa makan durian di tengah kebun seluas itu? 

Nah, tempat terakhir yang harus dikunjungi yaitu Kampung Budaya Sidang Barang. Sebagai warga Indonesia harus belajar mencintai budaya negeri sendiri donk. Kampung yang berdiri sejak abad ke-12 ini bisa jadi tempat belajar tentang kearifan lokal. Selain itu juga bisa melihat beberapa kesenian khas Sunda.  Nah, gimana enggak ngiler?

Satu hal lain yang nggak boleh lupa adalah kulineran! Yuhu, setiap pergi ke suatu tempat sayang rasanya kalau nggak mencicipi makanan khasnya. Berburu kuliner itu asyik-asyik sedap. Makanan khas yang pengen dakuw cicip adalah asinan Bogor, toge goreng, gepuk karuhun, mie glosor dan roti unyil. Nom nom nom. Enaaaakk. Udah ngiler duluan :D

Sebagai orang yang 8 jam sehari di balik meja, dakuw terkadang berpiknik ria ala-ala. Yep! Sekadar naik motor keliling kota atau mendampar di toko buku. Atau nongkrong di Lawang Sewu dan Tugu Muda menikmati sunset. Bagi dakuw itu sudah bisa mengurangi kerutan di otak setelah seharian berjibaku dengan komputer. Piknik sederhana yang sering memberi suntikan semangat dan energi baru. Walaupun terkesan nggak niat dan murahan tapi ada hal-hal yang membuat hati bahagia dan senyum melebar :)

Tulisan ini disertakan dalam "Lomba Blog Piknik Itu Penting"




12 komentar:

  1. Dah lama juga nggak ke Bogor, Piknik yukkkk

    BalasHapus
  2. Itu pantainya kerreeen banget Maak. Lombok *mupeng

    BalasHapus
  3. Aaakkkk, mupeng ke Lombok, doain ya Tar, moga bisa terlaksana, aamiin :D

    BalasHapus
  4. Kalau ke Bogor, daku ya pengen ke Warso Farm. Semoga kesampaian :)

    BalasHapus
  5. Tosss, aku juga penggemar duren tingkat menengah...:) ira

    BalasHapus
  6. Jadi kangen piknik ama dirimu.. yuk! kapan kita kemana?

    BalasHapus
  7. Jadi mbak dedew udah tua yaaa a???? #Kaburrrr

    BalasHapus
  8. bogor emang tempat enak untuk piknik ... banyak pilihannya dan adem ...
    piknik memang penting ... karena sehabis piknik ... ingin piknik lagi .... apalagi sambil makan duren ...

    BalasHapus
  9. Agen travel bandara memang suka bohong, entah mengapa. Lebih enak pakai taksi via counter.

    BalasHapus
  10. Piknik untuk memperkaya pengalaman, melepaskan kejenuhan dari rutinitas, menambah teman, dan yang pasti sehat untuk jiwa :)

    BalasHapus
  11. Piknik emang penting mak, buat yang suka. Kalau buat saya sih ya penting juga hihihih :)

    BalasHapus
  12. Ceritanya seru. Terimakasih sudah berpartisipasi dalam lomba. Maaf, pengumuman ditunda tgl 20 Oktober 2015. Goodluck.

    BalasHapus