Kamis, 24 Desember 2015

Kenangan di Sudut Pulau Bernama Menjangan



Though miles may lie between us,

we are never far apart,

for friendship doesn't count miles,

it's measured by the heart.

Jika ada yang bertanya, dari sejumlah tempat yang pernah saya kunjungi mana yang paling berkesan, Menjangan jawabannya. Mengapa?

Sini, mari duduk di samping saya untuk mendengar cerita seru. Boleh bawa camilan dan teh juga.

Berawal dari percakapan sederhana, berawal dari saling sahut menyahut di timeline sosial media, akhirnya kami dipertemukan dalam sebuah jalan-jalan hore. Terbentang jarak ribuan kilometer, beda negara, bahkan beda benua, lantas tak membuat komunikasi kami terputus begitu saja. Setiap hari pasti ada aja bahasan seru di messenger. Tentang banyak hal.


Sosial media memang yang mempertemukan saya dengan mbak-mbak kece kesayangan. Mari saya kenalkan satu per satu. Jujur saya mah nggak ada apa-apanya dibanding segudang pengalaman mereka. Mbak Ira, wong Jember yang sekarang sudah menetap di Jerman, travel writer, pemilik lapak www.emakpelancong.net sudah tak diragukan lagi dalam hal plesiran. Mbak Zulfa aka Emak Mbolang, simbok satu anak yang hijrah ke negeri nehik-nehik alias India, juga seorang travel writer, dedengkot www.emakmbolang.com. Mbak Rien, seorang travel blogger dan travel writer yang berdomisili di Jakarta, tengok blognya www.travelerien.com yang bikin keder dunia persilatan. Ada juga Mbak Andrie, pengusaha wanita sukses domisili Bandung. Seharusnya ada Mbak Dian, wong Suroboyo yang kesasar di Batam, suka curhat di www.adventourse.com.

Awalnya saya ragu, jiper duluan tepatnya. Siapalah saya yang harus melakoni jalan-jalan hore selama tiga hari di ujung timur pulau Jawa sana. Berbagai macam pikiran muncul dalam benak saya. Gimana kalau nanti begini. Nanti saya harus gimana ya? Bla...bla...bla...sejumlah racun negatif mulai menjalar dalam pikiran saya.

Pada kenyataannya semua itu tak terjadi. Semuanya sirna. Berganti dengan obrolan ringan dan seru.

Saya begitu menikmati setiap cerita yang mengalir dari masing-masing. Sepanjang perjalanan Surabaya-Banyuwangi kami cekakak cekikik seolah seperti teman yang lama tak pernah berjumpa. Ngobrol tentang banyak hal. Menghabiskan bekal sembari menikmati deru mesin kereta.

Kami tertawa, kami bercanda, menghabiskan hari, berburu sunset dan sunrise, menikmati malam nun mesra di resto ditemani terpaan angin laut. Bersama-sama memandang gemerlap lampu kapal di dermaga. Menatap indahnya pulau Dewata yang hanya sepelemparan batu saja.
Bareng mbak-mbak kece
Jika ada yang bertanya, bagi saya perjalanan inilah yang paling membahagiakan. Saya, gadis yang enggak pernah jalan jauh-jauh dari rumah bisa selangkah lebih maju. Bisa naik kereta ekonomi rame-rame dengan jarak ratusan kilometer dari rumah adalah menyenangkan dan bikin nagih. Saya, gadis kantoran yang acapkali iseng mencari tiket murah dan membatin kagum saat baca blog orang yang sudah melanglang ke mana-mana. Seringkali sebuah tanya muncul dalam benak. "Kapan ya saya bisa ke sana?"

Naik kereta ramai-ramai
Jalan-jalan hore ke Menjangan menjadi pengalaman luar biasa. Jalan-jalan yang menurut saya bisa mengenal satu sama lain lebih dekat. Bisa saling berbagi pengalaman hidup. Meyakinkan saya bahwa setiap orang akan menempati porsi masing-masing di hati. Mereka tentu saja donk :)


Saya masih saja ngikik geli saat keinget Emak Mbolang renang pakai gamis pink. Nggak mau rugi gegara baju renang robek, snorkeling pakai gamis menjadi alternatif paling kece. Saya juga masih teringat bagaimana usaha Mbak Ira belajar snorkeling. Mulai bernafas dengan snorkel, renang di tangga kapal, hingga akhirnya bisa menikmati indahnya bawah laut pulau Menjangan. Saya juga masih ingat bagaimana rasanya melawan rasa trauma melihat bawah laut. Walaupun ditemani guide, memakai snorkel, juga baju pelampung, rasa trauma itu masih menggelayut.

Masih terkenang di benak bagaimana tingkat kenarsisan kami meningkat drastis. Kami tertawa-tawa ngakak bak ABG emesh. Foto dengan berbagai pose di jembatan bak artis papan atas. Jeprat jepret di pulau bak nggak ada orang lain. Sampai si menjangan aja menatap takjub. Hahaha.
Hora hore di Menjangan
Saya juga masih bisa merasakan bagaimana rasa ngeri menyelimuti saat angin kencang dan ombak mulai menyapa mesra. Kapal yang kami tumpangi berjalan mengikuti gelombang. Sementara kami, duduk terpekur menatap lautan yang begitu luas bersama lantunan doa. Ingin rasanya kami cepat sampai daratan. Berjumpa dengan air hangat, kasur bersih, selimut serta cemilan yang menghangatkan badan.

Senja di Menjangan
Hai mbak-mbak kece,

Terima kasih ya sudah menyeret saya ke jurang jalan-jalan hore yang begitu berkesan. 

Bersama kalian sejenak bisa lupa bahwa esok harinya ada tugas yang wajib saya ampu dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. 

Bersama kalian saya bisa menjadi diri sendiri, tanpa memakai kedok , iya kemarin itu saya sendiri loh ya.

Bersama kalian saya bisa mengerti bahwa jarak, usia, tak pernah menjadi penghalang untuk bersahabat.

Bersama kalian saya bisa merasakan momen bahagia. Tanpa ada rasa aku kamu siapa. 

Menjangan, akankah kita sambangi lagi lain waktu?

Mungkinkah jalan-jalan kita akan berlanjut dari tahun ke tahun? :)

Saya bahagia bisa menikmati suatu tempat, menghabiskan waktu dan mengabadikan momen istimewa bersama kalian.

Berawal dari kenangan di sudut pulau bernama Menjangan, kelak akan kita cipta satu demi satu momen di berbagai tempat lain. Semoga.


Salam,

@tarie_tarr





18 komentar:

  1. saya laki laki tapi jarang mbolang mak heheheh

    BalasHapus
  2. Aaah.... Tulisan tentang Menjangan lagi.. Bikin envy tauuuk! :(
    #lemparhpkekasurtrusdipungutlagi

    BalasHapus
  3. Pengalaman yang sangat luar biasa mbak Tari...dan bikin iri.. :)

    Saya yang nggak pernah piknik cukup senang bisa melihat dunia luar dari cerita ini...hiks.. :))

    BalasHapus
  4. Seru pakai banget pokoke... Kudu diulang lagi ke tempat lainnya... Miss yuuuu. ira

    BalasHapus
  5. Mbak mbak? Bukannya....adik adik kece? *kalo dibilang tante tante nanti aku disambit sepatu ulekan

    BalasHapus
  6. Belum pernah mbolang Mbak, mungkin suatu saat, ketika anak-anak sudah besar, me time saya jalan-jalan dech...bareng-bareng mbak kece semua,

    BalasHapus
  7. Pengen juga gabung jalan2 bareng kalian, moga someday bisa yaaa

    BalasHapus
  8. Wow wowo wow ... pengalaman super keren. Mudah2an terulang lagi yaa :)

    BalasHapus
  9. Andai saja aku bisa gabung bersama kalian *melipir sambil punguti dollar yg berserakan :))

    BalasHapus
  10. Aku baca e jadi terharu :( Semoga pulang kampung bisa mbolang lagi. Aamiin

    BalasHapus
  11. Aaah keren banget pengalamannya Mbak, bikin iri sumpah! pasti ini unfogetable sepanjang hayat yak ehehehe

    BalasHapus
  12. Baru tau ada tempat ini, senjanya cantik...:)

    BalasHapus
  13. Aku belum pernah melancong ama Taro. paling mentok ke tongji #hallah

    BalasHapus
  14. Banyak yang mengulik Pulau ini mbak,,,, wah tambah mupeng aja. Keren - keren Emakmbolang juga udah ngebahas yang baju renangnya robek,,, wah ternyata bersama mbak nya tow :-) . Salam kenal

    BalasHapus
  15. Senangnya bisa jalan-jalan sesama blogger.. bikin iri! ^^

    BalasHapus
  16. wah senengnya, mau donk ikut mbolang tar. Colek kakak berbie ya kalau mau mbolang, kalau bisa pasti join

    BalasHapus