Kamis, 17 Maret 2016

Kudo, Tempat Belajar Calon Pengusaha

Kudo, Tempat Belajar Calon Pengusaha 


"Ada undangan dari Kudo. Bisa datang nggak, Taro?" seorang mom blogger mencolek di siang bolong.

"Eh, Kudo? Apaan itu?"

"Tengoklah grup sebentar. Kalau bisa datang, besok segera kabari"


Tanpa menunggu aba-aba lagi, meluncurlah saya ke grup facebook Gandjel Rel.  Membaca seksama undangan, terutama untuk urusan jam. Untuk urusan ini, mbak kantoran wajib ngecek dengan teliti. Salah jam dan asal terima undangan bisa berabe. Berhubung jamnya cocok, saya menyanggupi undangan tersebut. 

Sampai di tempat acara saya masih bingung dengan keramaian tapi bukan didominasi oleh blogger. Kebanyakan yang hadir bapak-bapak pula. Berasa nyasar ke sarang penyamun. Beruntung ketemu embak blogger cantik dan panitianya. Fyuuh aman. Berhubung nggak sempat browsing tentang Kudo sebelum datang ke acara, saya mencari tempat strategis buat dengerin. Sebelumnya pernah baca beberapa teman ngetweet dengan hastag #YukJadiPengusaha, cuma belum ngeh juga kalau itu berkaitan dengan Kudo Indonesia. Hihi. Kudet deh saya *tutupmuka*

Acara dibuka oleh mbak Ariestie, beliau lebih banyak sharing pengalaman bersama para agen. Jadi, bapak-bapak yang hadir itu para agen Kudo Indonesia, Sodara! Pantes aja ramai. Banyak agen yang juga sharing pengalamannya. Tentang suka duka menjadi agen, kendala di lapangan, sampai hal teknis sekalipun. Sesi ini saya banyak memandang takjub karena belum ngeh apa yang dibicarakan. 

Sesi sharing Mbak Farah dari Hijabenka membuat mata kembali on. Maklumlah cewek kalau denger diskonan dan barang unyu dengan harga miring pasti bergegas. Apalagi saya pecinta barang kiyut dan rada nyeleneh bentuknya. Hijabenka memang menyediakan barang-barang yang "kekinian" bagi para anak muda. Sasaran pangsa pasarnya usia 18-35 tahun lho. Nggak usah heran kalau barangnya kiyut abis. Sejak memisahkan diri dari Berrybenka, sudah ada 12 ribu lebih produk Hijabenka yang merupakan produk dalam negeri. Hasil karya anak bangsa sendiri, Dab! Mbak Farah juga menjelaskan standar pelayanan dari Hijabenka sendiri. Jabodetabek dilayani 1 hari, sedangkan luar Jabodetabek 3 hari pengiriman. Beberapa agen juga sharing tentang pengalaman tentang Hijabenka. Banyak masukan yang membangun, terutama untuk pelayanan ke depan. Hijabenka juga mempunyai warehouse sendiri sehingga kualitas produk memang terjamin. Hijabenka merupakan salah satu produk populer di Kudo. Jika barang ada yang rusak, 30 hari sejak pembayaran barang boleh diretur loh. Kamu nggak tertarik belanja? :)

Penjelasan tentang Kudo sendiri baru disampaikan di sesi terakhir. Duh, udah nggak konsen nyimak. Agak kaget pertama kali datang langsung sharing dengan agen tanpa perkenalan siapa Kudo sendiri. Alhamdulillah masih ada penjelasan di belakang walau dengan konsentrasi 50%. Mas Firman Ardiansyah, membuka tabir tentang Kudo. Fyuh! Akhirnya!


Kudo merupakan kepanjangan dari kios untuk dagang online. Kudo, perusahaan startup pertama di Indonesia yang berdiri tahun 2014 silam, memiliki visi agar masyarakat Indonesia memiliki pengalaman berbelanja online. Di umurnya yang masih muda, Kudo ingin masyarakat di daerah-daerah tahu bahwa belanja online itu mudah dan tidak menakutkan. Belanja online bisa mereka lakukan tanpa harus ke kota besar terlebih dahulu. Perjalanan untuk Kudo bukanlah semulus yang dikira, banyak tantangan di sana. Awal mulanya Kudo hanya berjualan pulsa di kios-kios mall. Semakin lama semakin berkembang, hingga memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru dan bisa menjangkau semua kalangan. Banyak merchant yang tergabung dalam Kudo. Ada lima brand ternama yang telah bergabung di Kudo, seperti Berrybenka, Hijabenka, VIP Plaza, Bukalapak dan Sociolla. Tentu masih akan bertambah lagi oleh brand-brand ternama lain.

Kudo mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Mengikuti perkembangan teknologi dan jaman yang semakin modern. Mulai dari Kudo Kios pada awal 2014, Kudo Tablet, dan Kudo Apps yang baru dilaunching. Selain memanjakan kita untuk berbelanja online, Kudo juga menawarkan agar kita menjadi agen. Iya, agen Kudo. Di sini agen memiliki peran penting untuk mendukung visi Kudo. Untuk menjaga hubungan baik antara Kudo dan para agen, ada grup whatsapp juga loh. Kekinian banget kan? Komunikasi yang baik tentu bisa meningkatkan penjualan donk ya. Kudo juga menerapkan strategi dengan promo box, sms, email, whatsapp, dan hot info. Para agen tidak perlu khawatir akan ketinggalan info. Banyak cara yang disediakan oleh Kudo. 

Hingga saat ini banyak yang dijual di Kudo, mulai dari kebutuhan sehari-hari, alat elektronik, tagihan sampai tiket. Memanjakan banget, kan? Punya keluhan saat berbelanja di Kudo? Tenang. Ada customer service yang akan melayani segala keluhan kok. Nggak perlu khawatir.

Ingin menjadi agen? Kudo tidak memberikan banyak syarat untuk menjadi agen. Boleh mahasiswa, ibu rumah tangga, mbak mas berdasi alias kantoran, semua bisa jadi agen. Caranya gampang banget. Download Kudo Apps, isi alamat email, lengkapi data, jika sudah diverifikasi bisa langsung jadi agen. Gampang nggak? Hehehe. Agen bisa mendapat komisi dari aneka penjualan barang di Kudo loh. Ada tingkatannya masing-masing setelah customer berbelanja di agen Kudo.




Ada yang menarik di sini, salah satu alasan kenapa Kudo dibangun adalah karena "mahalnya kepercayaan". Tergelitik bener deh. Setuju kan kalau kepercayaan itu mahal harganya? Apalagi Kudo sebagai startup yang membawahi banyak merchant mulai dari level tinggi hingga rendah dengan banyak type. Tentu kepercayaan pelanggan sangat mahal harganya. Menghindari hal tak diinginkan, Kudo juga menyiapkan customer service untuk menangani komplain.  

Kudo menyadari bahwa masyarakat di perkampungan masih suka menyimpan uang daripada dibeliin barang. Mereka memang tidak mengenal kartu kredit. Mereka juga takut jika berbelanja tanpa bertatap muka dengan penjualnya. Di sini para agen Kudolah yang berperan. Mereka akan menjadi tangan kanan dari Kudo. Terkadang sering kita punya customer dan hilang dengan sendirinya. Menyiasati hal tersebut Kudo menyarankan agar setiap agen memiliki database. Ini akan membantu para agen agar tak kehilangan para customernya.

Tak salah rasanya saya menghadiri undangan dari Kudo kemarin. Banyak ilmu yang diserap. Banyak hal yang menggelitik agar saya mencoba sesuatu hal baru. Apakah saya akan menjadi agen Kudo? Tunggu saja ya. Yuk mulai melirik jadi pengusaha :)


Salam,

@tarie_tarr

2 komentar:

  1. Lhoo kupikir kudo ini baru banget. Wah kurang iklan dia haha

    BalasHapus
  2. Saya juga baru tau tentang Kudo ini, seandainya nggak mampir dan membaca. Son, thank you mbak kantoran ^_^

    BalasHapus