Sabtu, 09 April 2016

Ketika Hujan Datang di Malam Hari

Ketika Hujan Datang di Malam Hari


"Bingung mau nulis apa di ODOP ketiga belas ini," curhat saya ke Mbak Uniek.

"Temanya tentang pengalaman horor ya? Duh, aku opo ya. Soale aku pemberani sih," jawaban sombong keluar dari emak antagonis.

Bukannya ngasih ide, si emak ini malah pamer keberanian. Pengin nimpuk pakai sendal jadinya. Haha. Alhasil saya mendapat ilham untuk tema one day one post dari obrolan kami selanjutnya. Terpenting adalah saya nggak mau nulis tentang hantu. Hahaha. Penakut eeeuuuyyyy. 

Terus mau nulis apa donk? Kan temanya horor.

Aih kalian itu, horor kan nggak harus ngomongin soal hantu doank ya. Banyak pengalaman lain yang nggak kalah horor. Apa contohnya?

"Takut hujan di malam hari"

Ada yang takut hujan di malam hari kayak saya? Ngacung! 


Saya suka hujan. Bahkan sangat menikmati rintik-rintik dan bau tanah yang begitu khas. Rasanya ingin banget berlarian bebas di bawah hujan. Melepaskan penat. Mengenang masa kecil. Atau mau nangis di bawah hujan?

Semua khusus untuk hujan di siang hari.

Saya bukan penderita ombrophobia atau pluviophobia. Keduanya merupakan jenis phobia hujan dan kehujanan. Tetapi saya sangat takut jika hujan datang di malam hari. Perasaan was-was selalu datang. Sebagai anak rantau dan jauh dari orang tua, saat hujan datang pikiran saya melayang ke kampung halaman. Tetiba rindu ngobrol dengan bapak ibu ditemani jagung bakar membuncah. Jika ada guntur sesegera mungkin Ibu memeluk saya. Sedangkan bapak wira wiri sambil berdoa semoga hujan kali ini membawa berkah. Hasil panen melimpah.

Sungguh kekhawatiran saya selalu datang saat hujan di malam hari tiba. Sudah dijamin nggak bisa tidur. Jika hujan datang di tengah-tengah tidur nyenyak, saya juga akan kebangun. Ujung-ujungnya saya hanya bisa tidur-tidur ayam sampai pagi.  

Kekhawatiran lain juga sering tercipta secara alami. Saya bisa ngeri sendiri jika membayangkan banyak hal. Takut jika hal ini itu terjadi. Misalnya kepikiran nanti kalau kampung kebanjiran, nasib tanaman penduduk, gagal panen, rumah bocor, dan banyak hal lain. Padahal siapalah saya, ya? Hanya Allah yang berhak menentukan. Termasuk menentukan ketakutan saya jika hujan datang di malam hari. Hanya saja sampai sekarang ketakutan itu masih menghantui.

Hingga suatu malam...

"Kok kaki dingin sih. Jangan-jangan air minum ketendang," batin saya saat sedang santai di karpet.

Setelah diperiksa...

Rumah kebanjiran!

hujan datang di malam hari
Korban kebanjiran

Malam itu memang hujan deras banget. Semarang tercinta sedang gencar-gencarnya diguyur hujan. Termasuk beberapa hari di malam hari. Huhuhu. Akhirnya setelah hujan deras hampir dua jam, rumah saya menjadi korbannya. Seumur-umur merantau baru kali ini kebanjiran. Hiks.

Ketakutan saya terbukti. Hujan deras, guntur menggelegar, rumah kebanjiran plus lagi sendirian. Perpaduan yang komplit banget. Mau bablas beresin rumah kok udah tengah malam. Nggak diberesin air terus masuk. Alhasil saya cuma ngeluarin air di kamar dan memberi kain-kain biar terserap. Dalam pemikiran saya, air nggak akan merembes sampai ke kasur. Malam itu saya masih bisa nerusin ngeblog. Saya bisa tidur nyenyak sampai pagi karena hujan sudah berhenti.

Hingga esok harinya pulang kerja saya mencium bau karpet yang khas. Hiks. Ternyata air merembes sampai ke karpet dan kasur. Rasa capek usai rapat seharian terpaksa harus disingkirkan demi kamar bersih kembali. Saya dan teman kerja bakti selama dua jam. Membongkar isi kamar dan ngepel bolak balik sampai tiga kali. Capeknyoooo.


hujan datang di malam hari
Nginem bolak balik tiga kali -__-"

Sampai tulisan ini tayang, kamar belum kembali normal. Masih ngungsi di ruang tamu. Belum ada tenaga untuk mengembalikan barang-barang ke tempat semula. Mungkin tepatnya saya trauma jika kebanjiran lagi. Semarang sedang diguyur hujan terus menerus. Nanti kalau udah ditata ulang tapi tiba-tiba banjir lagi gimana? Huhuhu.

Hujan memang anugerah. Banyak orang menunggu. Tetapi tetap bagi saya hujan di malam hari itu sangat menakutkan.


Salam,

@tarie_tarr



3 komentar:

  1. Aku takut hujan dulu pas masih ngontrak. Sendirian.

    BalasHapus
  2. Setiap kali hujan selalu terbangun, entah kenapa sudah kebiasaan sedari bayi kata mama.. Hehehe

    BalasHapus
  3. Hujan identik dengan galau, mie dan bakso. Trus mesti ngelamunin si .......yo wis lah. Melow.

    BalasHapus