Sabtu, 02 April 2016

Prinsip Ekonomi Diterapkan Ketika Menghadiri Acara Blogger?

Prinsip Ekonomi Diterapkan Ketika Menghadiri Acara Blogger?


"Nggak ikut daftar acara gathering A, Taro?" tanya teman via whatsapp.


"Tau sendiri kalau hari kerja nggak enak buat ijin. Skip dulu deh," jawab saya singkat.



Dulu saya sering merasa paling ngenes dan kurang gaul ketika nggak bisa datang ke acara-acara blogger gitu. Cuma bisa gigit jari dan meringis pas foto-foto diupload di grup atau liat timeline. "Acaranya kok seru ya. Nyesel nggak ikut nih,"batin saya. 



Sebagai mbak kantoran tentu saya nggak bisa seenak udel mengajukan ijin. Ada peraturan yang mengikat saya dengan penopang hidup enam tahun terakhir. Pasti diijinkan sih walau harus mengajukan alasan dengan tampang polos plus berbusa-busa. Mana tega boss melihat wajah melas staffnya yang super kiyut ini.

Entah kesambet jin dari mana, akhir-akhir ini saya merasa bersalah banget kalau harus ijin beberapa kali dalam sebulan. Kadang ijinnya cuma setengah hari atau bahkan seperempat. Padahal jika diakumulasi total keseluruhan sama dengan satu hari ijin. Kantor saya memang memberikan satu hari ijin dalam sebulan diluar cuti tahunan. Sebenarnya sah-sah aja bukan jika saya menggunakannya?



Kota tempat saya mengais sesuap nasi dan selembar tiket memang tidak banyak acara blogger. Dalam bayangan saya kalau datang ke acara tersebut bisa dapat sebanyak mungkin teman baru. Apalagi kalau live tweet dan saling RT. Lumayan kan kalau nambah follower? Pemikiran cetek :D

Menuntaskan pemikiran cetek tersebut, membuat saya beberapa kali datang ke acara blogger. Kadang acara sama brand. Kadang cuma kumpul-kumpul doank. Seru dan senang banget kalau sudah jumpa kawan satu passion *ciiieeeee. Selalu ada ilmu dan teman baru yang didapat. 

Tahun ini saya memasang pagar untuk selektif memilah acara blogger. Lagi sok sibuk. Kerjaan utama saya sedang kiyut-kiyutnya minta diperhatikan. Tapi nggak bisa bohong jika kejenuhan membuat saya pengin kabur. Di titik inilah saya mulai sadar untuk menetapkan prioritas. Ada goal yang harus saya capai dari ngeblog. Tetapi ada satu tanggung jawab besar terhadap status saya sebagai si embak kantoran. 

Ketika datang di suatu acara blogger tentu berharap akan sesuatu yang didapat. Bohonglah kalau enggak. Tapi nggak sekadar goodie bag atau dooprize saja. Prinsip ekonomi selalu mengajarkan melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu atau biaya tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya. Dalam artian seseorang memiliki perhitungan terhadap apa yang dikeluarkan dan didapat. Ada pengorbanannya. Perhitungan banget, ya? Enggak juga. Toh di sini "hasil tertentu" bukan berarti barang. Bisa sesuatu hal yang lain. Perlu diingat bahwa jangan diartikan dengan "melakukan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapat hasil sebesar-besarnya". Beda loh ya beda :)

Bisakah prinsip ekonomi diterapkan untuk blogger? 

Sama teman-teman blogger :)

Bisa banget!

Si embak kantoran ini mulai memilah dan memilih kalau diajakin ke acara blogger. Mengapa? Nganu, takutnya bentrok sama jadwal kantor. Daripada baper nggak bisa datang mending kan nggak usah tahu sekalian. Wkwkwk. Tepatnya sih berusaha menerapkan prinsip ekonomi sih. 

Apa saja yang harus diperhatikan demi menerapkan prinsip ekonomi?

1. Selektif memilih acara. Dulu pas awal-awal semua diikutin kalau jam dan harinya pas. Semakin ke sini mulai mengubah haluan. Jika waktu, tema, tempat cocok diusahakan hadir. Tahu sendiri kan si embak kagak bisa kabur di sembarang jam kantor. Bisa disodorin surat cinta. Hihihi. Embak kan masih butuh asupan dana demi masa depan *curhat.

2. Perhatikan undangan baik-baik. Jangan sampai gegara salah tempat atau nyasar hingga kudu balik muter cari jalan. Kan eman waktu dan tenaganya gitu. Malu juga kalau sampai telat.

3. Bawa kendaraan sendiri. Sepeda motor sudah menjadi sahabat saya di perantauan. Khusus dalam kota biasanya saya jarang menggunakan angkot. Selain harus berganti angkot atau bus, mereka hobi ngetem. Bisa telat donk, apalagi kalau ditambah macet.

4. Bawa minum dan cemilan. Saya termasuk orang yang mudah lapar. Bahayanya ketika lapar nggak bisa ditunda-tunda. Jika terpaksa ditunda pasti akan gemeteran dan lemes. Berhubung nggak mau merepotkan teman, saya selalu sedia biskuit ke manapun pergi. Buat ngganjal perut. Kalau lupa siap-siap cuma diganjal air putih.

Lalu hasil apa yang harus didapat dari datang acara blogger?

1. Follower baru. Sekali lagi ini pemikiran cetek banget. Biasanya kalau ketemu teman baru sering ditanya apa akun sosmednya. Nah, kesempatan banget buat nambah follower tow?

2. Teman baru. Kalau ini udah pasti ya. Asal mau dan rajin buat pasang senyum plus menyapa. Perlu banget loh kita mengobrol sambil kenalan gitu. Asal ada waktu.

Cukup dua doank, Tar? Nggak mau goodie bag? Nggak pengen dikasih amplop?

Mau donkkkkk! Biasanya kan beberapa brand sudah menyiapkan. Entah itu goodie bag atau amplop. So, enggak usah ditulis yaaaa :D

Mau nyoba juga untuk menerapkan prinsip ekonomi ketika datang ke acara blogger? Pikirkan masak-masak dan detail ya!

Setiap orang memiliki niat berbeda-beda ketika datang ke acara blogger. Tapi yang terpenting adalah niat menambah ilmu dan silaturahmi. Bukankah dari keduanya pintu rejeki akan terbuka untuk kita?



Salam,

@tarie_tarr


9 komentar:

  1. betul.. hitung cost vs benefitnya ya mba

    BalasHapus
  2. Prinsip ekonomi ngeblog yang positif ini mba, sepakat yang namanya keuntungan ngga melulu berupa materi, dapet teman barupun sudah untung mba...salam

    BalasHapus
  3. Aku bisa diitung jari ikutan event blogger. Hehe. Lebih sering jadi blogger offline. wekeke. Karena pertimbangan tempat aja, mba. Kadang kalo kejauhan butuh transport dan akomodasi. :D

    BalasHapus
  4. Event event memang berpusat di jakarta. Hemm..

    BalasHapus
  5. lagi pula ya, segala aspek kehidupan mana ada yang lepas dari prinsip ekonomi pada dasarnya.

    BalasHapus
  6. Hal yang paling saya rasakan dalam mengkuti acara blogger adalah, terjalinnya hubungan silaturrahim diantara para blogger. Dapat teman baru rasanya menjadi sebuah hadiah yang sangat bernilai. Selanjutnya ilmu yang didapatkan dalam setiap event, walaupun itu sarana promosi, tapi selalu ada yang bisa kita ambil pelajaran disana.

    BalasHapus
  7. Saya juga selektif menghadiri acara kumpul blogger.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
  8. setujuuu. Sama mba, karena kerja jadi harus selektif juga ikut acara blogger. tapi lhaa di daerah gini, acara blogger mah ga sering jadi biasanya bisa sih ikut. Kalo dah ikut semua tak borong, ya live tweet, dapat temen, dapat kenalan, doorprize, ngga mau rugi banget

    BalasHapus